Washington, LiputanIslam.com–Sebuah laporan terbaru dari pemerintah AS memperingatkan ancaman perubahan iklim di negara itu dan dampaknya atas ekonomi dan populasi.

Laporan ini menekankan bahwa perubahan iklim akan menjatuhkan ekonomi AS dan menbunuh ribuan, seperti dikutip dari CNN pada Jumat (24/11/18).

Isi laporan ini berkebalikan dari keyakinan Presiden AS Donald Trump bahwa perubahan iklim adalah isu hoaks.

Pada hari Rabu lalu, Trump menulis sebuah tweet yang mempertanyakan pemanasan global ketika sejumlah warga Amerika melewati peringatan Thanksgiving dengan cuaca dingin ekstrem selama lebih dari satu abad.

Menurut artikel CNN, berdasarkan penjelasan sains dan laporan pemerintah federal, perubahan iklim tidak bisa dibantah hanya dengan cuaca dingin ekstrim selama satu hari atau satu minggu,  namun dari tren jangka panjang. Selama zaman modern ini, manusia hidup dalam suhu terpanas. Bahkan jika emisi gas rumah kaca jatuh ke nol, suhu bumi masih terus menghangat.

CNN menyebutkan bahwa sampai kini tidak ada satu pun negara G20 yang memenuhi target iklim.

Suhu tinggi tidak hanya akan membunuh lebih banyak orang, tetapi juga biaya perubahan iklim bisa mencapai ratusan miliar dolar setiap tahun.

Laporan ini menunjukkan bahwa jika AS mampu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan emisi gas rumah kaca sesegera mungkin, itu dapat menyelamatkan ribuan nyawa dan menyelamatkan miliaran dolar. (ra/prestv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*