Gaza, LiputanIslam.com–Kantor PBB untuk Koordinai Hubungan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan, terdapat 254 warga Gaza yang tewas dan 23.603 terluka akibat serangan tentara Israel selama demo Great March of Return.

Angka kematian ini dihitung sejak awal aksi demo yaitu 30 Maret sampai 31 Desember tahun lalu.

Sebanyak 44 anak dan 4 wanita Gaza juga termasuk dalam catatan korban tewas. Sementara itu, korban luka terdiri dari 5.183 anak laki-laki, 464 anak perempuan, dan 1437 wanita.

“Sejak 30 Maret 2018, Jalur Gaza telah mengalami peningkatan jumlah korban Palestina yang signifikan dalam konteks demonstrasi massa … di sepanjang pagar pembatas Israel dengan Gaza,” tulis OCHA dalam laporan yang dirilis pada Senin (21/1).

“Jumlah korban yang besar di antara demonstran Palestina tak bersenjata, dan juga persentase tinggi para demonstran yang terkena amunisi hidup, telah menimbulkan kekhawatiran tentang penggunaan kekerasan berlebihan oleh pasukan Israel,” lanjut mereka.

“Paparan kekerasan terhadap anak-anak, dan kurangnya perlindungan bagi tim medis juga menjadi perhatian. Meskipun bantuan diberikan, menangani kebutuhan multi-sektoral akibat gelombang korban yang tinggi tetaplah pekerjaan yang menantang karena kurangnya dana, blokade bertahun-tahun, dan pembagian internal dan krisis energi yang parah,” catat mereka. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*