bill clintonWashington DC, LiputanIslam.com — Hampir 100 ribu orang menandatangani petisi yang berisi tuntutan penangkapan terhadap mantan Presiden Bill Clinton karena melanggar undang-undang pemilihan umum. Clinton dianggap telah menghalang-halangi orang untuk memberikan suara dengan memasuki beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Boston dan sejumlah tempat di negara bagian Massachusetts, selama pelaksanaan ‘Super Tuesday’, Selasa (1/3) kemarin.

Petisi itu diajukan pada Selasa petang waktu setempat oleh organiser ‘Change.org’, yang menyerukan Jaksa Agung negara bagian Massachusetts,  Maura Healey, untuk menangkap Bill Clinton. Demikian seperti dilaporkan Sputnik News.

Dalam petisi tersebut disebutkan tentang undang-undang pemilu, yang menyebutkan larangan melakukan kampanye sejauh 150 kaki dari TPS dan mengganggu seseorang untuk memberikan suaranya. Bill Clinton terbukti tidak saja berada di dekat TPS, tapi bahkan di dalam TPS.

“Setelah diberitahu untuk menghindarkan diri dari aksi seperti ini, yang merupakan pelanggaran tingkat ketiga ‘Voter Violation Felony’, yang seharusnya diketahui oleh Clinton, ia sengaja melanggarnya. Bill Clinton tidak memberikan suara di Massachusetts, dan tidak ada urusan di sebuah TPS kecuali karena ia berkampanye untuk istrinya (Hillary Clinton),” tulis petisi itu.

Namun Mendagri William Galvin membantah Bill Clinton melakukan pelanggaran, dengan menyebut bahwa ia tidak membawa benda apapun untuk kampanye.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL