sheikh hamadIslamabad, LiputanIslam.com — Otoritas lingkungan hidup Pakistan menjatuhkan denda kepada seorang pangeran Qatar karena melakukan perburuan ilegal di negara itu. Kantor berita Press TV melaporkan, Rabu (11/3).

Para pejabat Pakistan mengatakan bahwa Pangeran Sheikh Abdullah bin Abdul Rahman bin Hamad ketahuan telah melakukan perburuan burung ‘houbara bustard’, sejenis burung besar yang bertelur di pasir, dengan menggunakan 3 ekor burung elang falcon di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Ishtiaq Urmar, seorang aktifis lingkungan hidup Pakistan, mengatakan kepada BBC bahwa pangeran tersebut telah melakukan perburuan ilegal dan karenanya harus membayar denda senilai $800 atau lebih dari Rp 10 juta.

BBC melaporkan bahwa para bangsawan dan orang-orang kaya Arab sering datang ke Pakistan untuk berburu ‘houbara bustards’ dengan menggunakan burung elang. Ribuan burung jenis tersebut bermigrasi dari kawasan Asia Tengah untuk menghindari udara dingin musim hujan.

Pemerintah Pakistan mengeluarkan ijin berburu ‘houbara hunters’ kepada para pangeran Arab sejak tahun 1970-an, setelah India melarang sepenuhnya perburuan burung jenis itu. Ijin khusus itu memicu kontroversi mengingat burung jenis tersebut merupakan jenis langka dan jumlahnya terus berkurang. International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah memasukkan burung itu dalam daftar spesien yang terancam punah.

Tahun lalu seorang pangeran dari Saudi Arabia diketahui telah memburu lebih dari 2.000 burung ‘houbara bustards’ di Provinsi Balochistan.

Para aktifis menuduh Perdana Menteri Minister Nawaz Sharif telah berkolusi dengan para penguasa Arab. Sharif memang memiliki hubungan dekat dengan para bangsawan Arab. Ia pernah menjalani pengasingan selama hampir 7 tahun di Saudi Arabia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*