Tepi Barat, LiputanIslam.com—Seorang remaja Palestina meninggal dunia setelah ditembak oleh pasukan militer Israel yang menggelar razia di desa Burqin, Tepi Barat, pada Sabtu (3/2/18).

Menurut informasi dari pejabat kesehatan Palestina, remaja bernama Ahmad Samir Abu Obeid itu mendapat tembakan di kepalanya. Saat itu tengah terjadi bentrokan di desa tersebut setelah tentara Israel memasuki kawasan itu.

Obeid, yang masih berusia 19 tahun, menghembuskan napas terakhir beberapa jam setelah dikirim ke rumah sakit di Jenin.

Menurut pengakuan juru bicara militer Israel, tentara mereka merazia desa Burqin untuk mencari tersangka yang terlibat dalam kasus penembakan seorang rabbi pada bulan Januari lalu.

Pada tanggal 9 bulan lalu, militer Israel menyatakan satu warga Zionis tewas, Selasa (9/1/2018), karena luka parah yang dideritanya akibat terkena tembakan ketika dia sedang mengendara mobil dekat permukiman Zionis di bagian utara wilayah pendudukan Tepi Barat.

Dilaporkan bahwa Rabbi Raziel Shevach, 35 tahun, diserang dengan senjata api di dekat permukiman Havat Gilat di timur kota Nablus hingga luka parah lalu dilarikan oleh sesama warga Zionis ke rumah sakit setempat tapi nyawanya tak terselamatkan.

Jubir Brigade Ezzeddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, menegaskan, “Operasi Nablus itu adalah reaksi awal berupa operasi bersenjata api untuk mengingatkan para pemimpin lawan dan orang yang berada di belakang mereka.”

Hamas sendiri menyambut gembira dengan menyatakan bahwa serangan itu merupakan balasan terhadap berbagai pelanggaran dan kejahatan Israel terhadap orang-orang Palestina di Tepi Barat, Al-Quds (Yerussalem), dan Masjid Al-Aqsa.

Israel merebut dan menduduki wilayah Tepi Barat dalam perang pada tahun 1967. Sekitar 400.000 warga Zionis tinggal di permukiman di Tepi Barat, yang merupakan rumah bagi 2,2 juta orang Palestina.

Israel menempatkan 2000 warga Zionis di Al-Quds Timur yang dianeksasi Israel pada tahun 1980 melalui tindakan sewenang-wenang yang tak diakui oleh masyarakat internasional. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL