an-26Kiev, LiputanIslam.com — Ukraina kembali kehilangan pesawat angkut militernya yang ditembak jatuh dalam pertempuran di Ukraina timur melawan kelompok-kelompok separatis pro-Rusia di dekat perbatasan Rusia.

Pejabat-pejabat Ukraina menyebutkan sebagaimana dilaporkan BBC, Senin (14/7), pesawat pengangkut Antonov-26 (/an-26) ditembak jatuh pada ketinggian 6.500 meter oleh “senjata yang lebih kuat dari rudal jinjing”. Rudal yang membuat pesawat tersebut jatuh diduga ditembakkan oleh Rusia.

Ukraina mengklaim seluruh penumpang dalam pesawat tersebut yang berjumlah 8 orang, berhasil diselamatkan.

Rusia tidak berkomentar tentang tuduhan Ukraina tersebut. Sementara NATO mensinyalir Rusia kembali menambah pasukannya di perbatasan Ukraina hingga mencapai 12.000 personil. Jumlah ini masih kalah jauh dari jumlah pasukan Rusia sebelumnya yang mencapai 40.000 pasukan, namun masih cukup signifikan untuk mengubah keseimbangan peta pertempuran di Ukraina.

Sebuah pernyataan dari situs resmi kepresidenan Ukraina menyebutkan, pesawat An-26 yang tertembak tersebut tengah menjalankan misi militer di wilayah Ukraina timur.

Sementara itu Menhan Valeriy Heletei mengatakan bahwa operasi pencarian tengah dilakukan untuk menyelamatkan awak pesawat yang jatuh tersebut.

Andriy Lysenko, jubir Dewan Keamanan dan Pertahanan Ukraina mengatakan bahwa 8 orang awak berada di dalam pesawat tersebut.

Jika tuduhan Rusia telah menembak pesawat Ukraina adalah benar, maka tindakan tersebut tergolong sebagai agresi yang nyata. Namun tidak adanya respon yang keras atas aksi tersebut menimbulkan pertanyaan, apakah tuduhan tersebut tidak benar, atau karena Ukraina merasa tidak cukup kuat untuk menghadapi Rusia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL