direktur citigroupNew York, LiputanIslam.com — Direktur Citigroup Shawn D. Miller ditemukan tewas di kamar mandi apartemen mewahnya di New York City, Selasa (18/11) waktu setempat. Polisi menduga ia tewas akibat bunuh diri dan hal ini menambah panjang daftar bankir-bankir besar yang bunuh diri di AS dan Eropa beberapa waktu terakhir.

Miller (42 tahun) adalah pejabat Managing Director di bank terbesar ke-4 di AS dan salah satu bank terbesar di dunia dengan asset mencapai triliunan dolar.

Jubir kepolisian New York, Detektif Martin Speechley, mengatakan kepada Bloomberg sebagaimana dikutip Russia Today, Kamis (20/11), ada dugaan kuat bahwa Miller melakukan bunuh diri. Namun untuk memastikannya polisi kini melakukan penyelidikan intensif, termasuk melakukan otopsi terhadap jenasahnya.

Bloomberg melaporkan bahwa Miller adalah “pejabat yang sangat dihormati di Citigroup dan di dunia keuangan internasional, sebagai pemimpin dan penganjur bisnis berwawasan lingkungan dan berkelanjutan yang tidak pernah lelah.”

Para penyelidik meyakini Miller bunuh diri setelah mengkonsumsi sejumlah obat-obatan dan alkohol. Daily News melaporkan sejumlah barang-barang terlarang yang berbahaya itu ditemukan di apartemennye.

Ia ditemukan dalam keadaan tewas oleh pelayan apartemen pada Selasa siang, setelah teman hidupnya tidak bisa masuk ke apartemennya. Ketika ditemukan, terdapat luka goresan di lehernya.

Rekaman CCTV di komplek apartemen menunjukkan Miller terlibat konfrontasi dengan seseorang tak dikenal di elevator pada MInggu malam atau Senin pagi. Daily News menyebutkan bahwa Miller meminta penjaga pintu untuk tidak mengijinkan orang itu kembali lagi. Selain itu, sebelum ditemukan tewas, ia juga diketahui telah menghubungi 911 2 kali, melaporkan ada orang asing yang mengintai apartemennya.

Kematian Miller menambah panjang daftar bankir AS dan Eropa yang meninggal bunuh diri, atau tewas secara tidak wajar lainnya. Pada bulan Maret, bankir muda JP Morgan Chase Kenneth Bellando tewas setelah terjatuh dari lantai enam apartemennya di Manhattan, New York. Bellando adalah bankir ke-12 yang tewas dengan cara tidak wajar tahun ini.

Kemudian pada bulan April, Jan Peter Schmittmann yang mantan ekskutif ABN AMRO, melakukan bunuh diri setelah membunuh istri dan anak perempuannya. Pada bulan yang sama Direktur Bank Frick di Liechtenstein tewas ditembak oleh seseorang.

Setelah munculnya serangkaian aksi bunuh diri para bankir itu, beberapa waktu lalu majalah Fortune menulis laporan khusus tentang fenomena ini. Menurutnya fenomena bunuh diri para bankir bukan hal yang baru. Hal ini telah terjadi selama masa Depresi Besar tahun 1930-an atau dalam krisis finansial global tahun 2007-2008 lalu.

Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), para bankir riskan untuk menjadi pelaku bunuh diri dibanding profesi lainnya seperti insinyur atau ilmuwan. Selama tahun-tahun 1999, 2003, 2004 dan 2007, terdapa 329 kasus bunuh diri di sektor keuangan, Fortune melaporkan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL