Washington, LiputanIslam.com—Pemerintah AS lagi-lagi menjatuhkan sanksi baru terhadap Venezuela, kali ini menargetkan bank pembangunan nasional dan anak perusahaanya.

Kantor Pengendalian Aset Asing dari Departemen Keuangan AS (OFAC) mengumumkan pada hari Jumat (22/3) kemarin bahwa mereka akan menjatuhkan sanksi pada bank BANDES dan 4 perusahaan afiliasi karena mendukung Presiden Nicholas Maduro.

Perusahaan yang dikenai sanksi selain BANDES adalah Banco Bandes Uruguay, Banco Bicentenario del Pueblos, Banco Universal SA Banco de Venezuela, dan Banco Prodem SA, dari Bolivia.

“Seluruh properti dan kepentingan properti dari perusahaan-perusahaan ini, dan perusahaan apapun yang dimiliki secara langsung atau tidak langsung,… yang berada di Amerika Serikat atau berada di bawah kepemilikan atau kontrol warga AS, akan diblokir dan harus dilaporkan ke OFAC,” demikian pernyataan dari OFAC.

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, menuding bank-bank ini telah menjadi “kendaraan” untuk “menopang” pemerintah Maduro.

Ia mengklaim, Presiden Maduro dan para pendukungnya telah mendistorsi tujuan bank yang sebenarnya, yaitu untuk membangun kesejahteraan ekonomi dan sosial rakyat Venezuela, dan malah digunakan untuk “mempertahankan kekuasaan”.

“Kesediaan lingkaran internal Maduro untuk mengeksploitasi lembaga-lembaga Venezuela tidak mengenal batas. Orang dalam rezim ini telah mengubah BANDES dan anak perusahaannya menjadi kendaraan untuk memindahkan dana ke luar negeri untuk menyokong Maduro,” tergas Mnuchin.

Pemerintahan AS telah mengambil sejumlah langkah untuk melemahkan pemerintahan Maduro dan mengangkat pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, sebagai presiden pengganti. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*