tentara korselSeoul, LiputanIslam.com — 2 orang tentara rekrutan baru Korsel ditemukan tewas diduga karena bunuh diri, di tengh-tengah perdebatan publik yang sengit tentang budaya kekerasan di militer Korsel.

Keduanya ditemukan tergantung di rumah salah seorang tentara yang tewas itu, hari Minggu (10/8). Demikian kantor berita Yonhap sebagaimana dikutip BBC,  melaporkan.

Kedua korban itu termasuk dalam daftar tentara baru yang membutuhkan perhatian ekstra.

Selama beberapa bulan terakhir perhatian publik tertuju pada kehidupan keras militer Korsel yang “tidak bersahabat atau membahayakan” bagi rekrutan baru, menyusul terjadinya beberapa kasus bunuh diri dan pembunuhan terkait dengan penyakit psikologis.

Pada bulan Juni lalu seorang tentara baru menembak mati 5 rekannya sebelum melakukan tindakan bunuh diri yang gagal. Sebulan kemudian 2 tentara muda tewas akibat bunuh diri. Ketiga tentara itu berada di dalam daftar tentara muda yang bermasalah dalam menyesuaikan diri dengan kultur militer.

Dalam beberapa hari terakhir, kasus kematian seorang tentara pada bulan April lalu, kembali menjadi perhatian publik. Awalnya militer Korsel menyebut kematiannya akibat tersedak makanan, namun aktifis HAM menyebutkan kematian tersebut akibat tindak kekerasan sesama rekannya.

Enam tentara telah ditangkap terkait kasus itu, dan 4 di antaranya kini menghadapi tuduhan pembunuhan.

Pada hari Senin (11/8) Presiden Park Geun-hye menyerukan agar dilakukan langkah-langkah serius agar aksi-aksi kekerasan di dalam kemiliteran dapat dikendalikan.

Di Korsel, setiap warga negara laki-laki harus menjalani wajib militer setidaknya selama 2 tahun. Sebagian besar peserta wajib militer adalah remaja sekitar 20 tahun yang masih labil. Tindakan-tindakan pelecehan dan kekerasan oleh sesama personil militer menjadi masalah serius bagi para tentara rekrutan baru.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL