LiputanIslam.com–Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan meminta masyarakat tidak lagi membakar lahan dan hutan guna mengurangi asap karhutla yang akan mengganggu kesehatan mereka, terutama selama musim kemarau ini.

“Saat ini asap dari Sumatera dan Kalimatan sudah mulai menyelimuti Pulau Bangka Belitung dan diharapkan masyarakat menggunakan masker untuk mencegah berbagai penyakit akibat asap tersebut,” kata dia di Pangkalpinang, Selasa (17/9).

Ia menambahkan bahwa membakar lahan secara sembarangan dapat memperparah kabut asap yang mengganggu pernafasan dan aktivitas masyarakat.

“Kita berharap masyarakat menggunakan masker dan tidak lagi membuka kebun dengan membakar,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Charles Siregar, mengatakan sebagian wilayah di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur diselimuti kabut asap karhutla diduga kiriman dari wilayah di Kalimantan.

Selain disebabkan oleh kiriman asap dari Kalimantan, kabut asap karhutla yang melanda Pulau Belitung juga karena kebakaran hutan dan lahan di daerah setempat.

“Kami mencatat ada sebanyak 73 titik api yang tersebar di wilayah Bangka Belitung sehingga ini juga menjadi pemicu munculnya kabut asap hari ini,” ujarnya.

Baca juga: BPBD Catat Karhutla Terjadi 30 Kali di Lokasi Ibu Kota Baru

Sementara, pihak BPBD pun mencatat sebanyak 1.494 hektare lahan di Bangka Belitung terbakar selama musim kemarau periode Juni-Agustus tahun 2019. Lahan terbakar di Kabupaten Bangka ada di sekitar Pemali, Jalan Lintas Timur, Bukit Betung, daerah Merawang, tepatnya di area gambut, dan area STAIN. Sedangkan di Bangka Tengah sekitar Penyak, eks lahan PT Koba Tin, serta di beberapa tempat lainnya. (Ay/Antara/Kumparan)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*