presiden kenya di israelNairobi, LiputanIslam.com — Presiden Kenya Uhuru Kenyatta mendapatkan kecaman keras karena kunjungannya di pemukiman illegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Minggu ini Kenyatta melakukan kunjungan resmi ke Israel dan bertemu perdana menteri Benjamin Netanyahu di al-Quds (Jerusalem). Ia juga bertemu dengan para mahasiswa Kenya yang belajar di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel, juga di Lembah Sungai Yordan.

Organisasi perjuangan Palestina, Palestine Liberation Organization (PLO) mengecam kunjungan itu dalam pernyataan resminya, Kamis kemarin. Demikian seperti laporan Press TV.

“Perjanjian internasional menganggap wilayah Palestina yang diduduki Israel pada 1967 sebagai bagian dari negara Palestina, dan tidak ada yang berhak mengunjungi tempat ini tanpa berkoordinasi dengan pemimpin Palestina,” kata Hanan Ashrawi, pejabat senior PLO.

Menurut Hanan, kunjungan itu akan mendorong Israel melakukan pendudukan lebih banyak dan menciptakan kerjasama jahat antara Kenya dan Israel.

Palestina berencana mengirimkan surat protes kepada organisasi-organisasi di kawasan, termasuk Uni Afrika, kata Hanan yang pernah mengetuai delegasi Palestina dalam perundingan dengan Israel.

“Kunjungan ini bertentangan dengan kewajiban Kenya untuk tidak mengakui pendudukan Israel, yang menggunakan kekuatan-kekuatan ilegal dan pelanggaran-pelanggaran lainnya yang norma dan hukum internasional,” kata Hanan.

Lebih dari setengah juta warga Israel tinggal di lebih dari 230 pemukiman illegal yang dibangun sejak tahun 1967. PBB dan kebanyaka negara di dunia menganggap pendudukan itu sebagai ilegal.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL