London, LiputanIslam.com—Presiden AS Donald Trump mengulang-ulang komentar anti-Iran ketika berkunjung ke Inggris pada hari Rabu (5/6) ini.

Dalam wawancaranya dengan acara Good Morning Britain didampingi presenter Piers Morgan, Trump menyebut Iran ‘negara teroris’ yang patut diperangi.

“Jadi, Iran adalah kawasan yang tidak bersahabat ketika saya pertama kali menjabat. Mereka berada di 14 situs berbeda antara Yaman dan Suriah dan banyak zona pertempuran lainnya. Mereka adalah dalang di balik aksi terorisme di banyak tempat yang berbeda. Mereka adalah negara teroris nomor satu di dunia pada waktu itu dan mungkin hingga sekarang…,” tuturnya.

Selanjutnya, Trump mengecam kebijakan mantan Presiden Barack Obama atas negosiasi yang menghasilkan kesepakatan nuklir multinasional JCPOA.

“Presiden Obama membuat kesepakatan nuklir Iran yang merupakan kesepakatan yang mengerikan karena berjangka pendek. [Kesepakatan itu] gagal…,” katanya.

Presiden ke-45 AS itu pun membangga-banggakan kebijakannya sendiri untuk keluar dari JCPOA. Ia mengklaim, pasca keputusan penarikan diri itu, “Iran adalah negara yang jauh berbeda hari ini.”

Sementara itu, PM Inggris Theresa May pada hari sebelumnya telah menyatakan bahwa negaranya akan berpihak pada kesepakatan JCPOA, meskipun mereka memiliki “hubungan istimewa” dengan AS. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*