Foto: Kompas

Foto: Kompas

Jakarta, LiputanIslam.com – Percaya diri, begitulah sikap yang diperlihatkan oleh Anggota Tim Hukum pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Didi Suprianto. Ia mengaku cukup puas dengan penampilan ke-25 saksinya yang tampil dalam sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

Didi semakin yakin permohonannya akan dikabulkan, setidaknya sebagian, oleh Majelis Hakim MK. “Kan item-item permohonannya banyak, kalau tuntutan itu kan tidak mungkin semua dikabulkan, ada yang tidak kuat, ada yang kuat. Kami yakin ada yang dikabulkan,” kata Didi usai sidang, seperti dilansir Kompas.

Harapan yang paling diinginkan pihaknya, kata Didi, adalah agar MK membatalkan keputusan KPU yang memenangkan Jokowi-JK, lalu menetapkan Prabowo-Hatta sebagai pemenang.

Jika permohonan tersebut tidak dikabulkan, maka pihaknya berharap MK memutuskan agar diselenggarakan pemungutan suara ulang di seluruh TPS yang dianggap bermasalah.

Hari ini, Prabowo-Hatta menghadirkan 25 orang saksi. Salah satunya, Vincent Dokomo, Koordinator Saksi Prabowo- Hatta di Kabupaten Dogiai, Papua, mengaku takut untuk melakukan protes adanya perolehan suara pasangan nomor urut satu.

Menurutnya, ada ancaman yang ia terima jika mengajukan protes atas hasil suara Prabowo-Hatta.

“Tidak ada saya ajukan keberatan. Ini menyangkut keselamatan diri. Jangankan diri saya, Bupati saja diusik. Susah saya ungkapkan di sini,” kata Vincent dalam memberikan keterangan sengketa hasil Pilpres 2014 di ruang sidang, di gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Agustus 2014. (ba)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL