tahanan politikHavana, LiputanIslam.com — Pemerintah Kuba membebaskan 53 tahanan politik atas permintaan AS. Demikian keterangan Kemenlu AS sebagaimana dilansir BBC News, Rabu (7/1).

Jubir Kemenlu AS Jen Psaki mengatakan pemerintah AS berharap bisa segera bertemu dengan para tahanan politik yang dibebaskan itu, namun ia tidak menyebutkan siapa saja para tahanan politik itu.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari tanda-tanda perbaikan hubungan AS dan Kuba setelah bulan lalu Presiden Barack Obama menyatakan niatnya untuk memulihkan hubungan AS dengan Kuba. Menurut BBC para pejabat AS dan Kuba akan bertemu di Havana bulan ini juga.

“Mereka (Kuba) telah membebaskan beberapa tahanan politik.  Tentu saja kami berhadap bisa bertemu mereka semuanya dalam waktu dekat ini,” kata Psaki.

“Daftar ini tidak boleh dilihat sebagai akhir dari pembicaraan kami dengan pemerintah Kuba terkait masalah HAM,” tambahnya.

Beberapa politisi mengkritik Presiden Obama yang dianggap kurang peduli dengan pelanggaran HAM di Kuba. Senator Marco Rubio, salah seorang di antaranya bahkan menyerukan agar pertemuan pejabat AS dan Kuba dibatalkan hingga seluruh tahanan politik di Kuba dibebaskan.

Rubio mengatakan bahwa ia dan beberapa politisi lain akan berusaha menggagalkan normalisasi hubungan AS dengan Kuba kecuali masalah HAM dipulihkan terlebih dahulu.

Badan legislatif (Congress) dijadwalkan akan memanggil Presiden Obama terkait kebijakannya terhadap Kuba dalam beberapa minggu ini, setelah pelantikan anggota baru Congress hari Selasa (6/1).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*