pasukan kubaHavana, LiputanIslam.com — Pemerintah Kuba membantah sejumlah laporan yang menyebutkan keberadaan pasukan Kuba di Suriah untuk membantu Presiden Bashar al Assad.

Seperti dilaporkan CBC News, Minggu (18/10), Menlu Kuba Gerardo Penalver menyebut laporan-laporan itu sebagai ‘tidak bertanggungjawab’ dan ‘tidak berdasar’.

Menurut lapoan CBC News, desas-desus keberadaan pasukan Kuba di Suriah itu pertama kali dirilis oleh Institute for Cuban and Cuban-American Studies, Universitas Miami, hari Selasa (13/10). Dalam pernyataannya LSM tersebut menyebutkan ‘laporan tidak terkonfirmasi dari sumber yang tidak spesifik’ yang menyebutkan keberadaan pasukan Kuba di Suriah untuk ‘mendukung diktator Suriah Assad dan keterlibatan Rusia di negara itu’.

Kabar itu kemudian digemakan oleh Fox News sehari kemudian yang menyebutkan bahwa ‘laporan tersebut telah dikonfirmasi oleh seorang pejabat AS’. Maka selanjutnya laporan yang berasal dari ‘sumber yang tidak spesifik’ dan ‘belum terkonfirmasi’ itu pun dengan cepat beredar di dunia maya.

Jubir pemerintah AS Josh Earnest mengatakan, Kamis (15/10), pihaknya tidak melihat adanya bukti-bukti keberadaan pasukan Kuba tersebut.

Pasukan Kuba pernah dikirim ke Afrika untuk mendukung pemerintahan Angola dan Ethiopia pada tahun 1970-an dan 1980-an, atau saat berlangsugnya Perang Dingin antara blok Amerika melawan Blok Uni Sovyet. Namun selain itu Kuba tidak pernah terlibat dalam konflik manapun. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir hubungan Kuba dengan AS semakin membaik, yang berpuncak pada dibukanya kembali hubungan diplomatik kedua negara.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL