no2isis 1Mosul, LiputanIslam.com — Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) mewajibkan kepada penduduk Mosul yang beragama Kristen untuk membayar pajak. Jika menolak, militan ini tidak segan –segan menghukum mereka.

“Setelah ISIS mengendalikan Mosul, mereka mulai menerapkan aturan yang ketat. Jika tidak diikuti, maka akan dihukum,“ ujar  Saaed Memuzini, staf admin Partai Demokrat Kurdistan, seperti dilansir Basnews, 22 Juni 2014.

“Umat Kristen dipaksa untuk membayar pajak atau meninggalkan kota, atau lebih buruk lagi, mereka dihukum,” tambah Memuzini.

Umat Kristen di Irak sebagian besar di bertempat di Nainawa, Duhok, Erbil, Kirkuk, Sulaymaniyah dan Baghdad. Setelah invasi AS ke Irak, sejumlah besar orang-orang Kristen dari berbagai penjuru Irak pindah ke daerah yang dihuni orang-orang Kurdistan, lantaran ancaman yang datang terus menerus dari kelompok ekstremis.

Ketua Komite Hak Asasi Manusia di Parlemen Kurdi Soran Omar mengatakan, saat ini ada sekitar satu juta pengungsi di daerah Kurdi. Dari satu juta orang pengungsi tersebut, sekitar 300.000 berasal dari Mosul.

“Sekitar satu juta pengungsi tinggal di Kurdistan, dan 300.000 diantaranya berasal dari Mosul. Sebanyak 215.000 pengungsi berasal dari Suriah, 230.000 dari Anbar dan Fallujah.  Sekitar  100.000 orang berasal dari Tikrit, dan selebihnya dari daerah lain di Irak.

Omar juga mengungkapkan bahwa daerah Kurdistan tengah mengalami krisis bahan bakar dan kesulitan ekonomi. Gelombang pengungsi yang mengalir semakin membebani mereka. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL