nobel tunisiaOslo, LiputanIslam.com — Kuartet Dialog Nasional Tunisia memenangkan hadiah Nobel Perdamaian, Jumat (9/10), atas kontribusinya pada pembangunan demokrasi setelah Revolusi Melati pada 2011 yang juga menjadi awal dari gerakan Arab Spring. Demikian kata Komite Nobel seperti dikutip Reuters.

Kuartet ini terdiri dari organisasi buruh UGTT, konfederasi industri, oerdagangan dan kerajinan tangan Tunisia UTICA, kelompok pembela HAM LTDH, dan organisasi pengacara Tunisia ITOL.

Dibentuk pada musim panas 2013, kuartet ini berhasil mendorong proses demokratisasi di Tunisia yang saat itu dalam ancaman kehancuran, kata Komite Nobel.

“Kuartet ini menciptakan sebuah proses politik alternatif yang damai saat itu ketika negara di ambang perang saudara,” kata Kaci Kullman Five, kepala Komite Nobel seperti dilansir Antara, Jumat kemarin.

“Lebih dari segalanya, hadiah ini ditujukan sebagai dorongan kepada rakyat Tunisia yang kendati menghadapi tantangan besar telah menciptakan landasan untuk persaudaraan nasional yang Komite harapkan akan menjadi contoh yang diikuti negara-negara lain.”

Hadiah Nobel Perdamaian senilai 972.000 dolar AS ini akan diserahkan di Oslo 10 Desember mendatang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL