Jakarta, LiputanIslam.com-Kualitas udara Ibu Kota Jakarta pada Minggu pagi berdasarkan pantauan di situs AirVisual.com berstatus tidak sehat, bahkan terburuk kedua di dunia setelah Dubai.

Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara di Jakarta berada di angka 152 atau setara parameter PM2.5 dengan konsentrasi polutan 57.5 µg/m³.

Posisi pertama untuk kualitas udara terburuk di dunia diisi oleh Dubai yang terletak di Uni Emirat Arab dengan indeks kualitas udara 158 dengan status udara tidak sehat setara dengan parameter PM 2.5 69.5 µg/m³.

Baca juga: Polusi Udara Jakarta Terburuk di Asia Tenggara

Di Jakarta sendiri, Kualitas udara di wilayah sekitar Rawamangun, Jakarta Timur tercatat paling buruk dengan AQI US 165 dan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 83,2 ug/m3.

Wilayah berikutnya yang mencatatkan kualitas udara terburuk kedua di Jakarta adalah wilayah Pegadungan, Jakarta Barat, dengan catatan angka AQI US sebesar 158 dan konsentrasi PM2.5 68,2 ug/m3.

Selanjutnya, wilayah di Pejaten Barat, Jakarta Selatan yang berada di peringkat ketiga sebagai wilayah dengan kualitas tidak baik di DKI, mencatatkan angka AQI sebesar 155, sementara konsentrasi PM 2,5 di wilayah itu adalah 62,3 ug/m3.

AirVisual.com menyarankan bagi masyarakat yang akan melakukan pekerjaan di luar ruangan untuk menggunakan masker atau penutup wajah agar tidak terpapar secara langsung oleh kualitas udara buruk di ibu kota.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor dan tidak membuka ventilasi udara secara langsung. (Ay/Antara)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*