New York, LiputanIslam.com—Pangeran Saudi Mohammed bin Salman telah mendarat di Buenos Aires, Argentina, untuk menghadiri perhelatan KTT G20, ketika dirinya masih dikelilingi kontroversi terkait agresi Yaman dan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Pertemuan KTT G20 akan digelar pada hari Jumat besok dan terdapat kemungkinan bahwa para pemimpin dunia menolak bersalaman dengan MBS akibat kontroversi ini.

Kesempatan foto bersama MBS juga bisa berdampak buruk bagi citra para pemimpin dunia, di mana mereka akan terlihat bersahabat dan melegitimasi sang pangeran ketika badan-badan intelijen AS telah menyimpulkan bahwa ia memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

Pembunuhan Khashoggi di konsulat Riyadh di Istanbul beberapa minggu yang lalu telah merusak hubungan Arab Saudi dengan negara-negara Barat dan juga merusak citra Pangeran MBS di luar negeri.

Belum lama ini, organisasi HAM Human Rights Watch (HRW) secara formal meminta otoritas yudisial Argentina untuk menangkap MBS.

HRW menyampaikan pengajuan ini bersama seorang jaksa federal Argentina pada hari Senin (26/11/18). Dalam pengajuan tersebut, organisasi asal New York ini mendaftar sejumlah pelanggaran hukum internasional oleh MbS dalam agresi militer Yaman dan keterlibatannya atas penyiksaan warga oposisi Saudi, termasuk Khashoggi.

Konstitusi Argentina mengakui prinsip yurisdiksi universal bagi kejahatan perang dan penyiksaan. Karena itu, otoritas peradilan mereka dapat menyelidiki dan mengadili kejahatan-kejahatan tersebut tanpa menghiraukan di mana kejahatan itu dilakukan, siapa pelakunya, atau siapa korbannya.

“Otoritas penuntut Argentina harus menyelidiki peran Mohammed bin Salman dalam kejahatan perang yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi sejak 2015 di Yaman,” kata Direktur Eksekutif HRW, Kenneth Roth.

“Kehadiran putra mahkota [MbS] di KTT G20 di Buenos Aires dapat membuat pengadilan Argentina menjadi jalan ganti rugi bagi para korban kejahatan yang tidak dapat mencari keadilan di Yaman atau Arab Saudi,” lanjutnya.

“Keputusan pejabat Argentina untuk melakukan penyelidikan akan menjadi sinyal kuat bahwa bahkan petinggi terkuat seperti Mohammed bin Salman tidak berada di luar jangkauan hukum,” sambung Roth. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*