g20 summitBrisbane, LiputanIslam.com — Pemimpin negara-negara besar dunia yang tergabung dalam forum G-20 (Group 20, kelompok 20 negara terbesar di dunia), hari Jumat (14/11), telah berdatangan di kota Brisbane, Negara Bagian Queensland, Australia. Mereka akan mengikuti pertemuan 2 hari, Sabtu (15/11) hingga Minggu (16/11).

Pertemuan yang bakal dihadiri pemimpin negara-negara terbesar di dunia, AS, Cina dan Rusia ini akan berfokus pada peningkatan pertumbuhan ekonomi global.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Jumat (14/11), Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan bahwa para pemimpin G-20 akan berdiskusi tentang penciptaan lapangan kerja, identifikasi kejahatan pajak dan penguatan perekonomian global. Selain itu krisis Ukraina dan perubahan iklim juga menjadi perhatian penting.

Di Brisbane, pemerintahan lokal diliburkan terkait adanya pembatasan perjalanan di kota itu demi kelancaran KTT G-20. Sebanyak 13 pemimpin negara dijadwalkan tiba di Brisbane hari Jumat.

BBC melaporkan, sekitar 6.000 polisi dikerahkan untuk mengamankan jalannya pertemuan. Sementara polisi juga mengijinkan 27 kelompok demonstran untuk menyampaikan aspirasinya selama berlangsungnya pertemuan.

Beberapa negara juga membawa usulan agenda masing-masing. Perdana Menteri Inggris David Cameron, misalnya, dalam pidatonya di depan parlemen Australia menyerukan dilakukannya langkah bersama untuk memerangi ekstremisme. Sedangkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, sebagaimana dilaporkan Australian Financial Review, menyerukan menyerukan kerjasama yang lebih kuat di bidang pertahanan antara Jepang, AS dan Australia.

Dalam pertemuan kali ini, para pemimpin diharapkan akan menyetujui rencana peningkatan pertumbuhan ekonomi global sebesar 2% per-tahun selama 5 tahun, sebagaimana disepakati dalam pertemuan para menteri keuangan G-20 Februari lalu.

“Untuk mencapai target ini, anggota-anggota G-20 telah mengidentifikasi hampir 1.000 langkah baru dalam strategi pertumbuhan domestik masing-masing,” kata Abbott kepada jurnalis.

Sementara itu “penggelapan pajak” oleh perusahaan-perusahaan multinasional juga akan menjadi pembahasan penting, dimana Menkau Australia Joe Hockey berjanji akan melakukan “pendekatan yang agresif”.

Isu perubahan iklim diperkirakan juga bakal menjadi pembicaraan penting, terutama setelah Cina dan AS telah menandatangani kesepakatan pengurangan emisi, pada pertemuan APEC di Beijing, minggu ini.

“Tentu saja perubahan iklim juga menjadi hal penting dan tentu saja perubahan iklim menjadi resiko sekaligus kesempatan yang harus didiskusikan saat membicarakan ekonomi global,” kata Hockey, Kamis (12/11).

Sementara itu pada hari Kamis sebanyak 200 demonstran melakukan aksi kubur kepala di pasir Pantai Bondi, sebagai simbol tidak berkembangnya kebijakan penanganan masalah perubahan iklim global.

Namun publik, terutama Australia, tentu menaruh perhatian lebih pada sosok Presiden Rusia Vladimir Putin. Beberapa politisi Australia bahkan telah menyerukan agar Putin dilarang datang ke Brisbane karena tuduhan keterlibatannya dalam penembakan pesawat Malaysia Airlines MH17 yang menewaskan 38 warga Australia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL