abbasTepi Barat, LiputanIslam.com–Pengadilan Palestina di kawasan pendudukan Tepi Barat menjebloskan Letnan-Kolonel Osama Mansour Abu Arab ke penjara setelah ia mengkritik Presiden Mahmoud Abbas karena menghadiri pemakaman mantan presiden Israel, Shimon Peres.

Ghandi Ameen, pengacara Abu Arab, mengatakan petinggi Palestina itu diputuskan akan ditahan selama satu tahun dengan alasan telah merusak ketentuan militer yaitu pelarangan pejabat berseragam dalam mengekspresikan opini politik.

“Mereka menunjuknya sebagai orang yang bersalah karena tidak mematuhi ketentuan militer… Dia akan ditahan selama satu tahun dan dipecat dari jabatannya. Keputusan pengadilan sangat sulit dan tak terduga… kami akan melakukan banding,” kata Ameen.

Pada awal Oktober, Abu Arab menerima informasi pemecatannya dari jabatan mayor di militer Palestina hanya beberapa jam setelah ia ditangkap di Jenin, Tepi Barat.

Abu Arab sebelumnya merilis sebuah postingan di media sosialnya yang berisi  kecaman pada Presiden Abbas karena berbelasungkawa atas kematian Peres. Ia menulis langkah Abbas dalam menghadiri “pemakaman pembunuh saudara-saudara kita” adalah sebuah “kesalahan.”

“Jika itu adalah keputusan Anda untuk menghadiri pemakaman pembunuh anak-anak kita, maka Anda bersalah,” tulis Abu Arab.

“Bukankah Peres seorang teroris, pembuat kebijakan yang membunuh orang Palestina dalam Intifada Pertama, terlibat dalam pembunuhan pengungsi Jenin pada 2002, pembunuhan di kawasan al-Yasmeen, atau di Qana pada 1996 (di Lebanon)? Mengapa Anda berpastisipasi dalam pemakamannya ketika mayoritas masyarakat [Palestina] membencinya?” tulis Abu Arab di Facebook. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL