New York, LiputanIslam.com–Ketegangan diplomatik yang meningkat antara Rusia dan negara-negara Barat atas kasus peracunan eks mata-mata Rusia akan meningkatkan risiko perang nuklir. Demikian kata penulis dan professor ekonomi asal Amerika, John Petras.

Pasca peracunan Sergei Skripal dan anaknya  di Inggris, AS memerintahkan pengusiran 60 diplomat Rusia. Sejumlah 17 negara-negara Uni Eropa dan Australia juga ikut melakukan pengusiran.

Pengusiran besar-besaran semacam ini terjadi terakhir kali ketika Perang Dingin antara AS dan Uni Soviet dari tahun 1945 sampai 1989.

Menurut Petras, krisis diplomatik yang terjadi hari ini antara Rusia dan Barat berpotensi menimbulkan konflik besar seperti Perang Dingin.

Krisis ini, nilai Petras, akan mendorong Kremlin membentuk aliansi ekonomi dengan negara-negara seperti Cina dan Iran.

“Terdapat ancaman nyata perang nuklir,” katanya dalam wawancara dengan Press TV pada Rabu (28/3/18).

“Rusia sadar bahwa mereka harus mendiversifikasi ekonomi mereka dan mendekat ke negara-negara yang sudah menyatakan kesediaan untuk menghindari sanksi AS,… yaitu Cina dan Iran,” tambahnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*