penjatahan air taiwanTaipeh, LiputanIslam.com — Pemerintah Taiwan mulai memberlakukan penjatahan air bagi lebih dari sejuta rumah tangga setelah terjadinya musim kering paling buruk tahun ini.

Suplai air akan dihentikan selama dua hari dalam seminggu secara bergiliran di beberapa kota di utara Taiwan. Demikian seperti dilaporkan BBC News, Rabu (8/4).

Musim panas tahun ini yang menjadi musim panas terburuk dalam beberapa tahun terakhir mengakibatkan permukaan air di bendungan-bendungan mengalami penurunan signifikan. Hal ini diperparah dengan tingginya tingkat kebocoran, pengendapan lumpur dan sampah di bendungan-bendungan itu.

Bulan lalu pemerintah mengumumkan kemungkinan musim panas yang masih akan terus berlanjut.

“Situasi pasokan air sangat memprihatinkan akibat rendahnya tingkat hujan pada musim gugur dan musim hujan lalu yang merupakan yang terburuk sejak tahun 1947,” demikian pernyataan kementrian ekonomi.

“Kita mungkin akan mengalami musim hujan muson yang terlambat, atau bahkan tidak ada sama sekali. Kami berharap masyarakat untuk bekerjasama dalam situasi yang sulit ini.”

Penjatahan air ini berlangsung di New Taipei City, kota Taoyuan dan Hsinchu County, semuanya di bagian utara Taiwanall in the north of the island.

Media-media lokal menyebutkan bahwa permukaan air di Shihmen Reservoir yang menyediakana air bagi wilayah utara Taiwan kini hanya pada tingkat 24,56% dari kapasitasnya. Ini adalah tingkat paling rendah sejak tahun 1964.

Penduduk di wilayah-wilayah tersebut disarankan untuk menyimpan air bagi kebutuhan memasak, mencuci dan menyiram toilet.

Penjatahan itu juga mempengaruhi sekitar 1.400 perusahaan industri, termasuk industri kimia dan pembuatan komponen elektronik. Bulan lalu penjatahan bagi sebagian industri bahkan telah dilakukan. Namun sejauh ini belum mempengaruhi tingkat produksi.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL