rudal strategis rusiaMoskow, LiputanIslam.com — Republik Krimea yang menjadi bagian dari negara Federasi Rusia, siap untuk menampung senjata-senjata nuklir Rusia. Demikian seperti dikatakan pemimpin Krimea Sergey Aksyonov kepada media Rusia.

“Jika perintah itu turun dari pangklima tertinggi kami (Presiden Rusia Vladimir Putin), maka kami harus mendukungnya,” kata Aksyonov kepada kantor berita Sputnik (dahulu RIA Novosti).

Ia menambahkan bahwa ia percaya bahwa senjata-senjata nuklir Rusia tidak membahayakan lingkungan di Krimea karena teknologi nuklir Rusia sudah sangat maju.

Hal itu menyusul inspeksi besar-besaran yang dilakukan Kemenhan Rusia di Krimea baru-baru ini, dimana saat itu Menhan Rusia mengungkapkan rencana untuk menempatkan 10  pesawat pembom strategis Tupolev 22 M3 yang dilengkapi senjata nuklir di Krimea.

Sebelumnya, pada awal bulan Maret lalu seorang pejabat senior Kemenlu Rusia mengatakan bahwa Rusia berhak untuk menempatkan senjata nuklirnya di Krimea.

“Secara alami Rusia berhak untuk menempatkan senjata-senjata nuklir di semua wilayahnya jika dibutuhkan. Kami tegaskan bahwa kami berhak, meski Ukraina berpendapat lain,” kata Deputi Menteri Luar Negeri untuk Pengawasan Senjata dan Non-Proliferation Nuklir Mikhail Ulyanov kepada wartawan.

Republik Krimea bergabung dengan Rusia setelah 96 penduduknya menyatakan dukungan untuk bergabung dengan Rusia tahun lalu, menyusul tergulingnya presiden terpilih Victor Yanukovych oleh aksi-aksi protes yang didukung barat.

Sergey Aksyonov terpilih menjadi pemimpin Krimea pada bulan October 2014 setelah pencalonannya oleh parlemen lokal disetujui oleh Presiden Vladimir Putin.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*