LiputanIslam.com – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Azis, mengungkapkan bahwa Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU RI tidak akan dihentikan sampai semuanya selesai di-entry.

“Situng ini baru akan dihentikan setelah semuanya selesai di-entry,” ucap Viryan di Gedung KPU Jakarta Pusat, Sabtu (4/5).

Viryan pun mengatakan bahwa Situng adalah bentuk transparansi KPU kepada hak publik yang membutuhkan informasi hasil penghitungan suara.

“Itu adalah hak publik dalam mendapatkan informasi,” lanjutnya.

Menurut Viryan, penghentian Situng dapat berdampak negatif bagi para pemantau rekapitulasi nasional. Hanya melalui situng, publik dapat mengakses dokumen C1 di seluruh penjuru tanah air. Jika ada kesalahan pun KPU akan melakukan perbaikan yang bisa disaksikan oleh publik.

“Apakah ada peserta pemilu yang bisa mengakses formulir C1 autentik dari seluruh TPS dalam bentuk soft copy dengan mudah kalau tidak dengan situng? Tidak ada. Ya jadi situng itu kebutuhan kita bersama,” tambahnya.

Sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi melaporkan Situng KPU ke Bawaslu dan meminta KPU untuk menghentikan Situng karena dianggap banyak melakukan kesalahan entry data yang merugikan perolehan suara paslon Prabowo-Sandi.

Selain BPN, tokoh di balik Ijtima’ ulama’ Habib Rizieq Syihab pun ikut menyuarakan permintaan penghentian Situng karena banyaknya kesalahan entry. (Ay/Kompas/Republika)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*