Sumber: Tirto

LiputanIslam.com—Dalam sidang dugaan pelanggaran administrasi pemilu terkait Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Rabu (8/5), Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak terlapor membantah tudingan yang dilontarkan BPN sebagai pelapor bahwa KPU telah melakukan kecurangan melalui Situng.

“Terlapor meminta kepada majelis untuk menolak seluruh dalil-dalil pelapor dan laporan a quo atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima,” jelas Setya Indra Arifin, Biro Hukum KPU RI di hadapan Majelis Hakim.

Indra pun mengatakan bahwa tidak benar jika pihak KPU telah menguntungkan salah satu paslon saja melalui kesalahan entry data Situng. Terbukti bahwa kesalahan entry data Situng tidak hanya berdampak kepada satu paslon, tetapi kedua paslon baik nomor urut 01 maupun nomor urut 02.

Indra menambahkan, sampai tanggal 6 Mei 2019 pukul 17.00 WIB, ada 244 kesalahan entry data Situng. Dari jumlah tersebut, tercatat bahwa 24 kesalahan berdampak pada berkurangnya suara paslon Jokowi-Ma’ruf. Dan 63 kesalahan berdampak pada berkurangnya suara paslon Prabowo-Sandi. Kemudian ada 46 kesalahan yang menyebab suara paslon Jokowi-Ma’ruf bertambah dan 30 kesalahan yang menyebabkam suara paslon Prabowo-Sandi bertambah. Serta ada 10 kesalahan yang menyebabkan kedua paslon berkurang dan ada 12 kesalahan yang menyebabkan kedua paslon bertambah.

Selain itu, Indra pun mengatakan bahwa sistem Situng dibuat untuk keterbukaan informasi pemilu.

“Dengan adanya Situng terlapor berharap semua masyarakat mampu mengikuti perkembangan pemilu secara terbuka sehingga bisa memantau dan mengikuti perkembangan suara di setiap TPS,”  lanjut Indra di ruang sidang Bawaslu. (Ay/Kompas/Tirto)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*