e-votingJakarta, LiputanIslam.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyiapkan sistem teknologi informasi yang lebih canggih dalam menyelenggarakan pemilihan umum kepala daerah serentak. Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk itu.

“Pak Wapres meminta kami (KPU) untuk fokus dan konsentrasi dengan bagaimana penggunaan IT yang bisa dilakukan di Indonesia,” ujar Husni Kamil Manik usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Jakarta, Jum’at (30/01).

Seperti dilansir cnnindonesia.com, Husni menyatakan telah ada tim khusus untuk menangani teknologi infomasi ini.

“Secara bertahap sejalan dengan itu KPU sudah membentuk tim, yang kemudian mulai bekerja untuk membuat grand design penggunaan IT dalam pemilu di Indonesia,” kata Husni.

Husni mengatakan sistem ini diharapkan mampu memperlancar semua kebutuhan pelaksanaan, hingga evaluasi Pilkada serentak yang dilakukan di 204 tempat, terdiri dari delapan provinsi dan 186 Kabupaten/Kota.

BPPT Tawarkan E-Voting

Tahun lalu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menawarkan sistem pemungutan suara secara eletronik (e-voting). Sistem ini jauh lebih efisien dibanding dengan cara konvensional dan lebih murah. Penghematan dana yang dihasilkan bisa sampai 50%.

“Lebih efisien lantaran kartu pintar ini bisa didaur ulang (refresh),” ujar staf BPPT, Faisol, seperti dikutip cnnindonesia.com (6/9/2014).

Kartu pintar yang dimaksud Faisol berguna untuk membuka akses agar pemilih bisa melakukan pemungutan suara di mesin voting elektronik. Apabila telah selesai dilakukan pemilihan kartu pintar itu nantinya akan diserahkan kembali ke panitia untuk di daur ulang guna digunakan kembali oleh pemilih lainnya.

Dengan sistem ini, jumlah kartu pintar yang tersedia tidak melulu harus sesuai dengan jumlah penduduk suatu desa karena adanya kemampuan mendaur ulang tersebut. Soal celah kekurangan, Faisol sadar sistem buatan BPPT ini masih belum sempurna, “Keunggulan sementara ini masih dari segi waktu,” katanya.

Sejauh ini, e-voting sudah dilakukan di tiga kabupaten Indonesia, yaitu Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah, Kabupaten Jembrana di Bali, dan Kabupaten Musi Rawas di Sumatera Selatan. Sistem ini baru diterapkan pada pemilihan kepala desanya. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL