Sumber: suaramuhammadiyah.id

Yogyarakarta, LiputanIslam.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalin kerjasama dengan Muhammadiyah dalam upaya pencegahan dan pendidikan antikorupsi. Penandatangan kerjasama (MoU) dilakukan Ketua KPK Agus Rahardjo dan Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir di kantor pusat PP Muhammadiyah, Yogyakarta, pada Kamis (18/7).

“KPK menyadari bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu mitra strategis yang dapat bersinergi dengan KPK dalam pencegahan dan pendidikan antikorupsi,” kata Agus.

Menurutnya, pendidikan merupakan core dalam pembentukan karakter SDM berintegritas dan antikorupsi. “Fiqih-fiqih dalam ajaran Islam dapat diterapkan untuk mewujudkan masyarakat yang antisuap, antigratifikasi dan antipungli,” ucapnya.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan bahwa hal ini membuka pintu amal bagi warga Muhammadiyah untuk ikut serta dalam pencegahan dan pendidikan antikorupsi di Indonesia. Dia mengajak semua pihak bekerja sama mencegah korupsi.

“Muhammadiyah mengajak kepada sebanyak-banyaknya masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam memberantas korupsi dan mencegah korupsi,” ujarnya.

Baca: KPK: Legislator Jadi Peringkat Pertama Koruptor

“Ini menjadi semangat mewujudkan Indonesia tanpa korupsi. Masih banyak kerawanan korupsi dari eksekutif, yudikatif, legislatif, TNI, Polri, dan itu yang menjadikan adanya resistansi terhadap KPK,” tambah Haedar. (aw/detik/tempo).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*