najib razakKualalumpur, LiputanIslam.com — Lembaga pemberantasan korupsi Malaysia MACC telah menemui pendonor kakap yang telah menyetorkan dana hingga 2,6 miliar ringgit (setara sekitar Rp 6 triliun) ke rerekening pribadi Perdana Menteri Najib Razak, demikian laporan New Straits Times, hari Senin (7/12) seperti dilansir Antara.

Laporan tersebut muncul sesudah Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) menanyai Najib dua setengah jam pada hari Sabtu dalam perkara yang memicu seruan pengunduran diri perdana menteri tersebut.

Skandal korupsi menerpa Najib pada Juli lalu ketika Wall Street Journal  melaporkan bahwa BUMN Malaysia, 1Malaysia Pengembangan Berhad (1MDB) telah menyetorkan sejumlah besar dana ke rekening pribadi Najib.

Najib yang memimpin dewan penasehat 1MDB membantah melakukan kesalahan atau mengambil uang untuk kepentingan pribadi. MACC sebelumnya menyatakan uang itu adalah sumbangan politik dari dermawan tidak dikenal asal Timur Tengah.

Direktur penyelidikan MACC Azam Baki dikutip New Straits Times mengatakan bahwa penyidik baru-baru ini bertemu dengan donor itu di Timur Tengah. Namun ia menolak untuk memberikan keterangan lebih rinci tentang jatidiri pendonor misterius tersebut.

“Setelah menyelesaikan penyelidikan, kami akan menyerahkan temuan itu kepada Wakil Penuntut Umum, yang akan memutuskan tindakan berikutnya,” kata Azam.

MACC sendiri belum menanggapi laporan tersebut.

Najib memberikan pernyataan kepada MACC pada pekan lalu, kata sumber, yang mengetahui pertemuan tersebut. Sumber tersebut mengatakan MACC akan merekam pernyataan terkait penyelidikan dugaan korupsi di 1MDB itu serta lembaga pembantunya, SRC Internasional.

Najib pada awalnya bertekad memberikan pernyataan kepada badan itu dan kantornya juga diperkirakan menerima pertanyaan terkait permasalahan tersebut di parlemen. Ia mengeluh bahwa penyelidikan tersebut menyebabkan munculnya tuduhan dan fitnah pada dirinya.

Juru bicara kantor Perdana Menteri tidak memastikan Najib diperiksa MACC pada hari Kamis, namun mengatakan bahwa ia bertekad memberikan pernyataan.

Najib adalah Kepala Dewan Penasihat 1MDB. Dana itu juga akan diselidiki dewan penegak hukum di Swiss, Hongkong, dan Amerika Serikat, kata media dan sumber tersebut.

Pemimpin dari kalangan oposisi dan beberapa tokoh nasional, termasuk mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, meminta Najib mundur atas dugaan terlibat dalam korupsi tersebut. Penentang juga menuduh pemerintah bermalas-malasan dalam penyelidikan tersebut dan bahkan penguasa dari Kerajaan Malaysia meminta penyelidikan cepat dan terbuka.

Pada akhir Agustus, puluhan ribu warga Malaysia berunjuk rasa menuntut Najib mundur dari jabatannya. Masalah tersebut memukul pasar Malaysia dengan Riggit kehilangan seperempat nilainya yang menjadikannya sebagai kurs berjalan paling buruk di Asia. Demikian laporan Reuters.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL