megawatiJakarta, LiputanIslam.com — KPK menunjukkan langkah serius untuk menyelesaikan kasus BLBI yang telah merugikan keuangan negara ratusan triliun rupiah dengan memanggil mantan presiden Megawati Soekarnoputri.

Kepastian langkah KPK memanggil Ketua Umum PDI-P tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KPK, Abraham Samad di Jakarta, Jumat (11/7). Megawati akan diperiksa terkait pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI yang dikeluarkan saat dirinya sebagai Presiden RI.

Akibat SKL BLBI ini, negara mengalami kerugian triliunan rupiah. Dengan SKL tersebut, beberapa konglomerat hitam pengemplang BLBI berhasil melepaskan diri dari tanggungjawabnya menyelesaikan hutang BLBI.

Abraham menekankan bahwa pihaknya tidak akan kesulitan memanggil Megawati yang juga Ketua Umum PDI-P yang menjadi pengusung utama salah satu pasangan capres-cawapres ini.

“Kita sudah panggil JK, panggil Boediono di kasus lain, apalagi Mega dia kan sudah mantan (Presiden),” tekan Samad kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta (Jumat, 11/7).

Samad menerangkan pihaknya tak akan berhenti mendalami mega-skandal BLBI. Hari ini pimpinan komisi telah memanggil salah seorang Satgas KPK yang memegang penyelidikan kasus BLBI untuk segera melakukan gelar perkara alias ekspose, dan menetapkan siapa tersangka.

“Habis lebaran ekspose. Karena (penyelidikan) sudah lama, tadi saya panggil penyelidiknya untuk bilang itu,” tandas Abraham.

Terkait mega-skandal ini, KPK sudah memanggil beberapa saksi, baik diduga saksi pelaku maupun saksi ahli. Mereka yakni mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) I Putu Gede Ary Suta, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti (2001-2004), mantan Menteri Keuangan dan Menteri Keuangan Rizal Ramli (2000-2001), mantan Menteri Keuangan Bambang Subiyanto (1998-1999), serta mantan Menko Perekonomian dan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie (2001-2004).

Selain itu, KPK juga memeriksa mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), I Gde Putu Ary Suta dan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Megawati, Laksamana Sukardi.

Terbaru, akhir Juni 2014, KPK melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Rini MS Soewandi, mantan eksekutif Group Astra Internasional yang juga dikenal sebagai “orang dekat” Megawati.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL