kerusuhan baltimoreBaltimore, LiputanIslam.com — Kota Baltimore, negara bagian Maryland, AS, dinyatakan dalam kondisi darurat setelah terjadinya aksi-aksi kerusuhan menyusul tewasnya seorang warga kulit hitam di tempat penahanan polisi setempat.

Walikota Baltimore Stephanie Rawlings-Blake mengumumkan hal itu Senin petang waktu setempat, usai terjadi aksi kerusuhan setelah diadakannya pemakaman korban Freddie Gray. Demikian seperti dilansir BBC News.

“Otoritas telah menggelar segala kekuatan untuk mengendalikan situasi,” kata Blake, seraya menyebutkan bahwa di antara demonstran yang menggelar aksi-aksi protes atas kematian Gray terdapat ‘penjahat-penjahat yang menginginkan terjadinya kekerasan’.

“Kehancuran yang kita saksikan malam ini adalah sangat mengguncangkan,” katanya.

Blake memerintahkan diberlakukannya jam malam selama seminggu pada pukul 22.00 hingga 05.00, dimulai hari Selasa (28/4). Sekolah-sekolah negeri juga ditutup untuk sementara hingga kondisi stabil. Sementara itu untuk memulihkan ketertiban sebanyak 5.000 personil Garda Nasional juga dikerahkan.

Dalam kerusuhan hari Senin sebuah gedung yang tengah dalam pembangunan terbakar oleh api. 15 personil polisi juga mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan demonstran dan perusuh.

Freddie Gray (25 tahun) meninggal tanggal 19 April lalu setelah mengalami koma selama seminggu. Penyidik masih menyelidiki penyebab luka yang mengakibatkannya koma. Sejauh ini 6 polisi telah dibebastugaskan karena dugaan terlibat dalam kasus ini.

“Kami akan keluar dengan kekuatan besar,” kata komandan Garda Nasional setempat, Linda Singh, seraya menambahkan bahwa kendaraan lapis baja akan turut dikerahkan, namun perintah tembak di tempat belum dikeluarkan.

Sebelumnya Presiden Obama mengatakan bahwa pemerintah federal akan menyediakan segala bantuan yang diperlukan. Sedangkan Gubernur Larry Hogan mengeluarkan perintah untuk melindungi nyawa dan hak milik warga yang terkena dampak kondisi darurat.

Sementara itu Kapten Eric Kowalczyk dari kepolisian  Baltimore mengatakan bahwa ke-15 polisi yang terluka diakibatkan oleh lemparan benda-benda keras. Dua dari mereka menderita luka cukup serius dan harus tinggal di rumah sakit. Sedangkan di pihak demonstran sebanyak 27 orang telah ditangkap.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL