Seoul, LiputanIslam.com—Menteri luar negeri Korea Selatan meyakinkan bahwa Korea Utara memiliki “komitmen jelas” untuk menyelesaikan denuklirisasi di tengah tekanan dari AS.

“Mereka telah membuat komitmen yang jelas untuk melakukan denuklirisasi secara terus menerus… dan kami akan membuat mereka mempertahankan komitmen tersebut,” kata sang menlu bernama Kang Kyung-Wha, pada Jumat (20/7/18).

Kyung-Wha menyatakan hal tersebut menjelang pertemuan dengan menlu AS Mike Pompeo dan anggota Dewan Keamanan PBB di New York.

Sejumlah diplomat memperkirakan Pompeo akan memaksa Dewan untuk menjaga sikap keras terhadap Pyongyang, yaitu dengan mempertahankan sanksi kepada negara itu.

Namun, berbeda dari pernyataan Korsel, pejabat intelijen AS pada hari yang sama menyatakan bahwa Korut tidak akan melakukan denuklirisasi sampai setahun ke depan.

 

Sikap Cina dan Rusia

Pemerintah Cina dan Rusia dikabarkan menangguhkan permintaan AS untuk memotong pengiriman minyak murni ke Korut.

Washington menuding Pyongyang menyeludupkan produk petroleum olahan di atas kuota 500.000 barrel yang diizinkan di bahwa sanksi dari PBB.

Penangguhan dari Cina dan Rusia ini membuat permintaan AS tersebut baru bisa diimplementasikan dalam 6 bulan ke depan.

Pemerintah Cina dan Rusia mengatakan, mereka butuh waktu lebih banyak untuk memeriksa tudingan Washington kepada Korut.

“Kami berharap negara-negara bersangkutan di DK PBB, dapat membuat keputusan yang relevan, berdasarkan bukti yang kuat, tentang ekspor minyak [ke Korut],” kata jubir kemenlu Cina, Hua Chunying, pada Kamis lalu.

Korea Utara telah menerima sanksi PBB sejak 2006 akibat uji coba nuklir yang mereka lakukan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*