kapal perang korselPyongyang, LiputanIslam.com — Korea Utara (Korut) menolak seruan Korea Selatan (Korsel) untuk meminta ma’af atas insiden penenggelaman kapal perang Korsel tahun 2010. Korut menyebut hal itu sebagai “olok-olok yang tidak bisa ditolerir”.

Pada tanggal 26 Maret nanti adalah tahun kelima sejak kapal perang Cheonan ditenggelamkan oleh Korut hingga menewaskan 46 awaknya. Korsel menuduh Korut telah mentorpedo kapal tersebut, namun Korut menolak tuduhan itu.

Korsel telah memutuskan semua hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Korut setelah insiden itu dan masih berlaku hingga sekarang. Korsel mengatakan akan mencabut sanksi tersebut jika Korut meminta ma’af.

“Korsel harus mengetahui bahwa ‘permintaan ma’af’ dan ‘ekspresi penyesalan’ tidak akan pernah berhasil,” kata Angkatan Bersenjata Korut sebagaimana dilansir kantor berita KCNA. Korut juga menyebut bahwa tuduhan Korut telah menenggelamkan kapal Korsel sebagai sebuah “fiksi”.

Kapal perang Cheonan tenggelam di lepas pantai sebuah pulau di wilayah sengketa kedua negara. Penyelidikan yang dilakukan Korsel dan tim internasional menyimpulkan bahwa Korut telah mentorpedo kapal tersebut. Korut membantah tuduhan itu dan menuntut dilibatkan dalam penyelidikan, namun ditolak Korsel.

Insiden tersebut menambah buruk hubungan kedua negara, menyusul sebelumnya pada tahun 2009 perundingan nuklir Korut dengan negara-negara terkait di kawasan, mengalami jalan buntu.

Kini ketegangan kedua negara semakin meninggi setelah Korsel dan AS menggelar latihan perang bersama, yang oleh Korut dituduh sebagai latihan untuk melakukan invasi ke Korut.

Hal ini diperparah lagi dengan tindakan aktifis Korsel dan AS yang menyebarkan liflet propaganda anti Korut dengan menggunakan balon. Korut mengancam akan menembak balon-balon itu. Pada hari Minggu lalu (22/3) para aktifis membatalkan rencana penyebaran liflet dengan balon. Mereka mengatakan sengaja menundanya hingga peringatan tenggelamnya kapal Cheonan berakhir pada hari Kamis (26/3).(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*