A missile is carried by a military vehicle during a parade in PyongyangSeoul, LiputanIslam.com — Pemerintah Korea Utara (Korut) menyatakan sama sekali tidak berminat mengikuti langkah Iran berdialog dengan masyarakat internasional bagi program nuklirnya.

Korut mengklaim sudah memiliki senjata nuklir, karena itu keadaannya tidak dapat dibandingkan dengan Iran yang belum memilikinya.

Satu pekan lalu tercapai kesepakatan nuklir antara Iran dan AS, Rusia, Cina, Inggris, Prancis, dan Jerman. Hal ini dianggap sebagai kemenangan diplomatik Iran melawan tekanan AS dan sekutu-sekutunya perihal program nuklirnya.

Kesepakatan itu mencabut sanksi yang melumpuhkan perekonomian Iran sebagai imbalan bagi pembatasan program nuklir Iran.

Pemerintah Korut menolak berbagai masukan agar mereka mengikuti langkah Iran.

Korea Utara “tidak tertarik sama sekali dengan dialog yang membahas isu untuk membekukan atau membongkar nuklir Korut secara sepihak,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Selasa (21/7), seperti dilansir Antara.

“Tidak logis untuk membandingkan kesepakatan nuklir Iran dengan situasi (Korea Utara) yang terkena dampak tindakan provokatif militer yang konstan dan bermusuhan serta ancaman nuklir terbesar AS,” ujar juru bicara itu kepada kantor berita resmi Korut KCNA.

Iran dan Korea Utara, yang merupakan sekutu sejak revolusi Islam Iran pada 1979, telah dikenakan sanksi ekonomi yang sulit terkait dengan program nuklir kontroversial kedua negara itu.

Kesepakatan nuklir yang dicapai dengan Iran disebut-sebut oleh beberapa negara sebagai cetak biru yang mungkin akhirnya dapat digunakan dalam negosiasi dengan Korea Utara.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman mengatakan dia berharap kesepakatan nuklir Iran itu akan membuat Pemerintah Korea Utara “berpikir kembali” tentang keberadaan nuklir di negaranya.

Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan keberadaan nuklir di Iran dan di Korut merupakan dua situasi yang “sangat berbeda”.

“Korea Utara adalah negara bersenjata nuklir, baik dari segi nama maupun realitas, dan Korut memiliki kepentingan sebagai negara bersenjata nuklir,” kata juru bicara itu.

Korea Utara telah melancarkan tiga uji coba nuklir yang sukses pada 2006, 2009 dan 2013.

Pembicaraan antar-enam-negara untuk mengekang ambisi nuklir Korut, yang melibatkan kedua Korea, AS, Cina, Rusia dan Jepang, telah terlupakan sejak Pemerintah Korut mengeluarkan diri dari pembicaraan itu pada 2009.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL