rudal korutPyongyang, LiputanIslam.com — Korea Utara (Korut) menembakkan tujuh rudal anti-pesawat ke laut pada hari terakhir latihan perang bersama Korsel-AS. Kementrian Pertahanan Korsel mengatakan.

Pemimpin Korut Kim Jong-un hadir dalam penembakan rudal itu di pantai timur Korut, Jumat (13/3). Demikian keterangan jubir Kementrian Pertahanan Korsel seperti dilansir BBC News.

Sementara itu latihan militer gabungan tahunan Korsel-AS yang baru saja berakhir, selalu memicu ketegangan baru Korsel-Korut, dimana Korut menuduh latihan itu ditujukan untuk melatih militer Korsel-AS melakukan invasi terhadap Korut.

Korut sudah menunjukkan ketidak senangannya atas latihan itu dengan menembakkan dua rudal balistik jarak pendek, tepat di hari pertama latihan bulan ini.

Korsel menyebutkan rudal-rudal yang ditembakkan Korut adalah rudal SA-2 dan SA-3 yang berdaya jangkau beberapa puluh kilometers, serta rudal SA-5 yahg berdaya jangkau 200 km.

“Kami melihat ini sebagai unjuk kekuatan Korut yang lain yang terkait dengan latihan kami,” kata Jubir Kemenhan Korsel kepada AFP.

Namun media-media massa Korut tidak memberitakan penembakan rudal-rudal ini.

Latihan perang gabungan Korut-AS bersandi ‘Key Resolve’ berakhir hari Jumat ini, namun latihan gabungan lain yang bersandi ‘Foal Eagle’ akan berlanjut hingga bulan April mendatang.

Ketegangan baru ini terjadi pada saat kedua Korea tengah terlibat perselisihan mengenai upah buruh di kawasan industri yang dikelola bersama di Kawasan Industri Kaesong. Kedua negara bersaudara itu secara teknis masih terlibat perang setelah Perang Korea tahun 1950-an hanya diakhiri dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian perdamaian.

Bulan lalu Korut mengumumkan akan menaikkan gaji pokok bagi 50.000 pekerja asal Korsel di Kaesong, namun ditolak Korsel dengan dalih hal itu tidak dibicarakan dahulu dengan Korsel.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*