Pyongyang, LiputanIslam.com—Korea Utara mengaku tidak akan mengancam negara manapun dengan senjata nuklir, sepanjang tidak ada yang mengganggu kepentingan mereka.

Pernyataan ini dikemukakan Duta Korut untuk PBB, Ja Song-nam, pada Jumat (15/12/17), tiga hari setelah menlu AS Rex Tillerson menawarkan pembicaraan langsung dengan Pyongyang tanpa prasyarat.

Namun, Gedung Putih ternyata bersikap bertentangan dengan Tillerson. Gedung Putih menyatakan bahwa tidak akan ada pembicaraan diplomatik dengan Korut selama negara pimpinan Kim Jong-un itu tidak melepas senjata nuklir.

“Korea Utara berperilaku dengan tidak aman… Tindakan Korut tidak baik bagi semua orang dan yang pasti tidak baik bagi mereka sendiri,” ujar juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, kepada reporter.

Pada hari Jumat lalu, Tillerson tiba-tiba menarik kembali tawaran pembicaraan prasyarat itu. Sejumlah pihak menilai perubahan sikap dramatis Tillerson itu akibat ditekan oleh Gedung Putih.

Sementara itu, Pyongyang menegaskan bawa mereka harus tetap menjalankan “negara berkekuatan nuklir” untuk mencegah “invasi dan penjarahan” oleh AS, yang kini 28.500 tentaranya ditempatkan di dekat Korea Selatan.

Kolumnis dan pendiri CoalSwarm, Ted Nace, menilai bahwa sikap Korut ini diakibatkan oleh  ketakutan mereka atas tragedi berulang, yaitu tragedi agresi bom yang dilancarkan Angkatan Udara AS kepada Korut pada masa Perang Korea (1950-53). Agresi tersebut menciptakan jumlah korban sipil paling parah dalam sejarah dunia. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL