china-sends-troops-border-north-koreaSeoul, LiputanIslam.com — Pasukan Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) saling tembak di perbatasan kedua negara. Demikian keterangan para pejabat Korsel.

Seperti dilaporkan BBC News, aksi tembak-menembak itu terjadi, Jumat (10/10), setelah para aktifis Korsel melepaskan balon-balon berisi liflet yang mengecam pemimpin Korut Kim Jong-Un.

Korut sebelumnya telah mengingatkan “konsekuensi membahayakan” jika rencana peluncuran balon-balon itu tetap berlanjut.

Kedua Korea sering terlibat aksi tembak-menembak di perbatasan laut, namun tembak-menembak di daratan relatif jarang terjadi. Minggu lalu kapal-kapal patroli kedua negara terlibat tembak-menembak di Laut Kuning.

Kantor berita Korsel “Yonhap” mengutip keterangan para pejabat militer Korsel melaporkan, pasukan Korut menembaki balon-balon tersebut. Pasukan Korsel pun membalas tembakan setelah peluru-peluru Korut jatuh di wilayah Korsel. Namun tidak ada keterangan tentang jatuhnya korban di antara kedua pihak.

Laporan-laporan awal menyebutkan adanya peluru-peluru artileri dalam tembak-menembak itu, namun para pejabat Korsel membantahnya dan menyebut hanya peluru-peluru senapan yang terlibat.

Kedua Korea secara teknis masih terlibat perang setelah Perang Korea tahun 1950-53 tidak pernah diselesaikan dengan perjanjian perdamaian, melainkan hanya oleh perjanjian gencatan senjata.

Kelompok-kelompok aktifis anti-Korut di Korsel sering melakukan tindakan-tindakan provokasi terhadap Korut dengan menyebarkan liflet ke Korut. Kali ini para aktifis menggunakan momen ulang tahun Partai KOmunis Korut ke 69 yang jatuh hari Jumat (10/10) kemarin.

Sementara itu spekulasi semakin menguat tentang kemungkinan terjadinya kudeta terhadap Kim Jong Un setelah pada hari Jumat (10/10) ia masih tidak menampakkan batang hidungnya di hadapan publik, termasuk menghadiri upacara di pemakaman dua pemimpin Korut Kim Jong Il dan Kim Il Sung.

Kim telah menghilang dari hadapan publik selama sebulan lebih, dan bulan lalu televisi Korut menyebutkan ia mengalami kondisi gangguan fisik.

Namun para pejabat Korsel yakin, Kim masih tetap memegang kendali kekuasaan atas negaranya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL