Washington, LiputanIslam.com—Korea Utara sampai saat ini dalam proses mengembangkan senjata nuklir yang tangguh. Hal itu dilakukan dalam rangka menghindari nasib seperti Libya dan Irak. Demikian catatan seorang profesor asal Amerika, James Petras, dalam wawancara dengan Press TV pada Jumat (15/9/17).

Petras juga adalah seorang penulis yang telah menerbitkan sejumlah buku bertema isu-isu internasional. Komentar tersebut ia katakan dalam perbincangan mengenai klaim Korut bahwa mereka telah menciptakan bom hidrogen baru-baru ini.

AS awalnya menolak mengiyakan klaim tersebut. Namun pada hari Kamis lalu, Jenderal AS yang memimpin pasukan nuklir Amerika mengonfirmasikan bahwa Korut memang berhasil membuat bom hidrogen.

“Saya bukan ahli nuklir,… tapi saya bisa tahu dari ukuran bom yang kami pantau dan itu mengindikasikan bom hydrogen, dan saya harus mencari respon yang tepat dengan sekutu-sekutu kami untuk masalah ini,” kata Jenderal Angkatan Udara, John Hyten, kepada reporter di Pangkalan Militer AS di Nebraska.

Melihat hal ini, Petras menilai Korut menciptakan bom sebesar bom hidrogen tersebut  untuk menjaga diri dari serangan Amerika.

“AS sudah menolak untuk bernegosiasi dengan Korut, dan menolak menggunakan pendekatan diplomatik. Dan saya pikir, hasilnya adalah Korut merasa terancam. Mereka tidak mau mengalami pengalaman yang sama dengan Libya dan Irak di mana pertahanan militer negara-negara tersebut dihancurkan lalu akhirnya dijajah,” tukasnya.

“Jadi saya pikir, semua orang harus melihat  kasus ini dalam perspektif yang sama. Korut merasa terancam. Washington sudah menjatuhkan sanksi kepada mereka secara terbuka,” lanjutnya.

Pemerintah Korut beberapa waktu lalu menyatakan tidak akan berhenti mengembangkan senjata nuklir sampai AS berhenti menerapkan kebijakan merugikan terhadap negara mereka dan mencabut ribuan pasukan militer dari Korea Selatan dan Jepang. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL