New York, LiputanIslam.com–Menlu Korea Utara Ri Yong-ho menyatakan bahwa sanksi AS yang berlanjut terhadap negaranya menunjukkan sikap ketidakpercayaan. Hal ini membuat Korut tidak bisa meninggalkan program nuklir secara unilateral.

“Tanpa kepercayaan apapun dari AS, tidak akan ada keyakinan dalam keamanan nasional kami, dan di bawah kondisi ini, kami tidak akan melucuti senjata kami secara unilateral,” tegas sang diplomat di dalam pertemuan Majelis Umum PBB ke-73 di New York pada Sabtu (29/9/18).

Ri menambahkan, negaranya telah melakukan “langkah-langkah baik yang signifikan” selama setahun terakhir. Misalnya, dengan menghentikan ujicoba nuklir dan rudal, menutup situs ujicoba nuklir, dan berjanji untuk tidak mengembangkan senjata dan teknologi nuklir.

“Namun, kami tidak melihat respon yang layak dari AS,” ucapnya.

Pada bulan Juni kemarin, dalam pertemuan bersejarah dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura, pemimpin Korut Kim Jong-un menyetujui perjanjian denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Namun, Kim mengatakan kepada Trump bahwa proses denuklirisasi hanya akan berhasil jika antagonisme antar kedua negara diakhiri.

Di saat yang sama, Washington masih mempertahankan penjatuhan sanksi keras atas Pyongyang sampai negara komunis itu menyelesaikan denuklirisasi sepenuhnya. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*