propaganda koreaSeoul, LiputanIslam.com — Korea Utara (Korut) mengingatkan Korea Selatan (Korsel) tentang kemungkinan terjadinya perang, jika Korsel menerus aksi propaganda anti-Korut di perbatasan kedua negara.

Hal ini menyusul langkah Korsel pada hari Jum’at (8/1) meneruskan propaganda anti-Korut , salah satunya dengan pengeras suara yang ditujukan kepada warga Korut di dekat perbatasan. Korut menyebut langkah Korsel itu sebagai bentuk ‘kecemburuan’ setelah keberhasilan ujicoba bom hidrogen yang diklaim Korut baru-baru ini.

“Cemburu atas keberhasilan ujicoba pertama bom hidrogen ini, AS dan pengikut-pengikutnya (Korsel) berusaha mendorong situasi ke arah perang dengan mengatakan bahwa mereka akan meneruskan propaganda psikologis dan mengirim pembom-pembom strategis,” kata kepala biro propaganda Partai Pekerja (Komunis) Korut, Kim Ki-nam, seperti dilansir Press TV.

Propaganda yang mencakup berbagai bentuk, dari berita hingga musik dan berbagai retorika anti-Korut ini telah dilakukan sejak Perang Korea tahun 1950-1953.

Pada hari Jumat, ribuan orang berkumpul di Lapangan Pusat Pyongyang untuk menunjukkan dukungan bagi pemimpin Korut Kim Jong-un yang tengah berulang tahun.

Sebelumnya, Rabu (6/1), Kim mengumumkan keberhasilan ujicoba bom hidrogen (bom nuklir dengan kekuatan lebih besar) Korut. Meski pemerintah Korsel dan Korut meragukan klaim tersebut, pemimpin kedua negara musuh Korut itu berjanji akan melakukan aksi ‘kuat dan bersatu’. Sementara itu PBB mengingatkan Korut tentang sanksi tambahan, terkait ujicoba tersebut.

Kantor berita Korut, Jumat (8/1), mengumumkan bahwa Korut akan meneruskan program nuklirnya sebagai penangkal ancaman agresi AS dan Korut. Korut juga merilis video peluncuran kapal selam peluncur rudal ballistik.(ca)   

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL