kim jong unSeoul, LiputanIslam.com — Pemerintah Korea Utara (Korut) menghukum mati 15 orang pejabatnya selama tahun ini karena tuduhan menentang kekuasaan. Demikian pernyataan dinas inteligen Korea Selatan (Korsel) di depan parlemen awal bulan ini sebagaimana dilaporkan Huffington Post.

Anggota parlemen Lawmaker Shin Kyoung Min juga mengatakan bahwa kepala badan inteligen nasional, Lee Byoung Ho, dalam pertemuan tertutup mengungkapkan kemungkinan pemimpin Korut Kim Jong Un menghadiri peringatan Hari Kemenangan Rusia ke-70 bulan ini di Moskow, meski sejumlah laporan menyangkal hal itu.

Kepada Associated Press Shin menyebutkan, Lee Byoung Ho tidak mengatakan bagaimana pihaknya mendapatkan informasi-informasi itu. Badan inteligen nasional juga menolak berkomentar tentang pernyataan Shin itu.

Sejak berkuasa menggantikan ayahnya, Kim Jong Il, tahun 2011, Kim telah memecat sejumlah pejabat tinggi regim ayahnya. Hal itu menjadi pemberitaan luas dunia tahun 2013 ketika ia menghukum mati pamannya sendiri, Jang Song Thaek, atas tuduhan pengkhianatan. Jang Song Thaek yang menikah dengan bibi Kim Jong dianggap sebagai orang kedua paling berpengaruh di Korut saat itu.

Yang Moo-jin, guru besar University of North Korean Studies, di Seoul mengatakan aksi-aksi pelengseran tersebut mengindikasikan masalah yang dihadapi Kim Jong Un dalam menata kekuasaannya yang masih pendek.

Lee mengungkapkan kepada anggota perlemen bahwa pada bulan Januari lalu seorang pejabat setingkat wakil menteri dijatuhi hukuman mati karena mempertanyakan kebijakan kehutanan yang ditetapkan Kim Jong Un, demikian kata Shin.

Sebulan kemudian seorang pejabat setingkat juga dieksekusi karena menolak membangun gedung berbentuk bunga yang diberi nama Kim Il Sung, nama kakek Kim Jong Un yang juga pendiri regim komunis Korut.

Kemudian pada bulan Maret 4 orang pejabat Unhasu Orchestra karena tuduhan mata-mata.

Lee juga mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Kim telah memesan kamar khusus di sebuah hotal di Moskow untuk menghadiri acara tanggal 9 Mei, meski kantor Kedubes Korut di kota itu cukup lengkap untuk menerima kedatangan Kim. Jika terealisir, ini akan menjadi kunjungan ke luar negeri pertama Kim yang disebut-sebut menderita penyakit takut terbang.

Inteligen Korsel diketahui cukup canggih dalam mengugkapkan sejumlah informasi penting. Laporan tentang eksekusi Jang Song Thaek, misalnya, diungkap pertama kali oleh inteligen Korsel jauh sebelum pemerintah Korut mengkonfirmasinya. Namun tahun 2010 inteligen Korsel dikecam karena gagal mengantisipasi serangan artileri Korut ke sebuah pulau Korsel yang menewaskan beberapa orang. Mereka juga dikecam karena terlambat mengetahui kematian Kim Jong Il, lebih dari 2 hari, setelah media massa Korut memberitakannya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL