reuni koreaSeoul, LiputanIslam.com — Dua negara bersaudara Korea, Korut dan Korsel, akan menggelar acara reuni bagi keluarga-keluarga yang terpisah akibat Perang Korea tahun 1950-an.

Reuni ini akan digelar pada bulan Oktober mendatang di tempat yang sama dengan acara yang sama pada Februari tahun lalu, yaitu di sebuah resor di Gunung Kumgang di Korea Utara. Demikian BBC News melaporkan, Selasa (8/9).

Keputusan tersebut menyusul adanya kesepakatan yang tercapai antara kedua negara bulan lalu untuk mendinginkan ketegangan di perbatasan kedua negara bulan lalu, menyusul terjadinya insiden ledakan ranjau yang melukai prajurit Korsel.

Ribuan keluarga kedua negara Korea terpisah akibat perang yang berakhir dengan gencatan senjata tahun 1953.

BBC melaporkan bahwa reuni yang mulai dilaksanakan sejak tahun 1988, sempat digelar sebagai acara tahunan. Namun dalam beberapa tahun terakhir kegiatan ini sering dibatalkan karena memburuknya hubungan kedua negara.
Sekitar 66.000 warga Korsel masuk dalam ‘daftar tunggu’ untuk bertemu dengan keluarganya yang tinggal di Korut. Sebagian besar mereka telah berusia lanjut, antara 80-an hingga 90-an tahun.

Dalam acara reuni mendatang, sebanyak 100 warga Korsel akan bertemu dengan 100 warga Korut antara tanggal 20 hingga 26 Oktober.

Keputusan ini diambil setelah organisasi Palang Merah kedua negara bertemu di desa ‘demiliterisasi’ Panmunjom, awal minggu ini.

Selama ini komunikasi antar-keluarga di kedua negara sangat dibatasi bahkan hampir tidak ada sama sekali. Kedua negara secara teknis masih terlibat perang, karena belum adanya perjanjian perdamaian yang ditandatangani untuk mengakhiri perang.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL