warga asPyongyang, LiputanIslam.com — Korea Utara (Korut) akhirnya menetapkan akan mengadili 2 misionaris asal AS dengan tuduhan “melakukan tindakan permusuhan” terhadap Korut. Keduanya ditangkap secara terpisah bulan April dan Mei lalu.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Korut KCNA dan dikutip BBC Senin (30/6), Matthew Miller dan Jeffrey Fowle akan diajukan ke pengadilan setelah penyidik menemukan bukti-bukti atas tindak kejahatan mereka.

Menurut pernyataan tersebut, kedua warga AS tersebut telah mengakui tindak kejahatan mereka, namun tidak disebutkan bentuk kejahatan tersebut secara jelas.

Sebelumnya seorang misionari AS, Kenneth Bae, telah dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun. Ia ditangkap bulan November 2012 dan kemudian dijatuhi hukuman dengan tuduhan berusaha menggulingkan pemerintah. Pemerintah AS telah berulangkali mengalami kegagalan untuk membebaskan Bae, meski kondisi kesehatan Bae yang buruk.

Matthew Miller dan Jeffrey Fowle masuk ke Korut dengan menggunakan visa turis. Fowle masuk ke Korut tanggal 29 April dan ditahan bulan Juni saat berusaha meninggalkan negeri tersebut. Koran Jepang Kyodo menyebutkan, ia ditangkap setelah meninggalkan kitab Injil di kamar hotelnya.

Sementara itu Matthew Todd Miller ditangkap tanggal 10 April 2014. KCNA menyebutkan ia telah merobek visanya dan mengklaim kedatangannya ke Korut untuk mencari perlindungan.

Korut di masa lalu telah dituduh sengaja menangkap warga AS untuk digunakan sebagai alat tawar-menawar.

AS mendesak Korut membatalkan program nuklirnya dengan imbalan bantuan ekonomi dan politik, namun pembicaraan atas isu itu yang telah dimulai tahun 2007 mengalami jalan buntu.

Tahun lalu Korut melakukan ujicoba roket jarak jauh yang dirancang untuk membawa hululedak nuklir.

AS tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Korut, namun di masa lalu beberapa pejabat atau mantan pejabat tinggi AS berulangkali datang ke Korut untuk mengupayakan pembebasan tawanan-tawanan AS di negara itu. Di antara mantan pejabat itu adalah mantan Presiden Bill Clinton.

Eddie Jun Yong-su, seorang pebisnis AS yang ditahan Korut selama 6 bulan tahun 2011, dibebaskan setelah kedatangan utusan AS Robert King. Sementara Aijalon Mahli Gomes, seorang guru yang ditahan selama 8 tahun pada tahun 2010 dibebaskan setelah kedatangan mantan presiden Jimmy Carter.

Tahanan AS lainnya yang dibebaskan adalah Robert Park yang dijatuhi hukuman karena melintasi wilayah Korut secara ilegal tahun 2009, dibebaskan tahun 2010. Selanjutnya Laura Ling dan Euna Lee, 2 jurnalis yang dijatuhi hukuman 12 tahun, dibebaskan setelah kedatangan Bill Clinton.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL