loudspeaker korutSeoul, LiputanIslam.com — Korea Selatan (Korsel) bertekad tetap melancarkan perang propaganda dengan menggunakan ‘loud speakter’ di perbatasan Korea Utara meski hal ini telah memicu terjadi tembak-menembak di perbatasan.

Presiden Korsel Park Geun-hye mengatakan propaganda tersebut akan diteruskan kecuali Korut meminta ma’af kepada Korsel atas insiden ledakan ranjau yang melukai dua orang tentara Korsel. Perundingan tentang penghentian propaganda ‘loud speakr’ ini masih berlangsung hingga Minggu malam.

Korut telah berulangkali mengingatkan Korsel untuk menghentikan propagandanya ke Korea Utara dengan menggunakan ‘loud speaker’, sebagaimana propaganda-propadanda lainnya seperti dengan menggunakan balon udara. Korut bahkan mengancam akan menggunakan kekuatan senjata untuk menghentikan propaganda-propaganda itu.

Minggu lalu, pada hari Kamis (20/8), terjadi tembak-menembak di perbatasan kedua Korea setelah pasukan perbatasan Korut menembaki pos perbatasan Korsel yang memutar propaganda anti-Korut. Korut bahkan mengancam akan melancarkan perang dengan menyiap-siagakan pasukannya di perbatasan.

Korut membantah telah memasang ranjau yang melukai 2 tentara Korsel, beberapa hari sebelum terjadinya tembak-menembak itu. Korut juga membantah telah memulai tembak-menembak pada hari Kamis lalu.

“Kami meminta permintaan ma’af yang jelas untuk mencegah situasi semakin tegang. Jika tidak, kami akan melakukan langkah yang tepat untuk melanjutkan siaran loudspeaker,” kata Park melalui siaran pers, seperti dilansir BBC News, Senin (24/8).

Perundingan untuk mengendorkan ketegangan di perbatasan berlangsung sejak hari Sabtu (22/8) di Panmunjom, wilayah de-militerisasi di perbatasan kedua negara.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL