inteligen korselSeoul, LiputanIslam.com — Mantan kepala inteligen Korsel Won Sei-hoon dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun karena dakwaan upaya merekayasa hasil pilpres tahun 2012 lalu.

BBC News melaporkan, Senin (9/2), Sei Hoon yang menjadi pimpinan dinas inteligen Korsel (NIS) hingga tahun 2013, dinyatakan bersalah atas pelanggaran undang-undang pemilu. Ia dinyatakan terbukti mengarahkan anak buahnya di NIS untuk melakukan kampanye hitam online terhadap lawan dari Presiden Park Guen-hye.

Dalam UU pemilu pemimpin dan agen-agen NIS diharuskan bersikap netral. Won Sei-hoon dikabarkan langsung ditahan setelah vonis tersebut ditetapkan.

Dalam pemilu tahun 2012 lalu, Presiden Park berhasil memenangkan pemilu dengan selisih yang sangat kecil.

Pada bulan September lalu pengadilan distrik menetapkan Won bersalah atas pelanggaran tersebut. Namun pengadilan hanya menjatuhkan hukuman percobaan dengan alasan tidak ada cukup bukti yang menyatakan ia terlibat langsung dalam upaya mempengaruhi hasil pemilu. Namun pengadilan tinggi hari Senin di Seoul membatalkan keputusan tersebut.

“Adalah adil untuk mengatakan bahwa Won bermaksud untuk mencampuri pemilu,” kata Hakim Kim Sang-hwan, sebagaimana dikutip Yonhap.

Usai persidangan Won mengatakan kepada wartawan bahwa yang dilakukannya adalah untuk “menjaga keamanan negara dan rakyat”.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL