Seoul, LiputanIslam.com—Pemerintah Korea Selatan mengumumkan bahwa mereka tengah mengembangkan sebuah “bom grafit” untuk menghancurkan jaringan listrik Korea Utara sebagai tindak peperangan.

Menurut laporan dari agensi berita Korsel, Yonhap, pada Minggu (8/10/17), berbagai teknologi dibuat untuk mengamankan senjata tersebut yang juga disebut dengan “blackout bomb” — dan Seoul dapat meluncurkannya “kapan saja.”

“Semua teknologi untuk pengembangan bom grafit yang dikontrol oleh ADD (Agensi untuk Pengembangan Pertahanan) telah diamankan. Ini adalah tahap di mana kami bisa merakit bom kapan saja,” kata seorang pejabat militer Korsel.

Yonhap melaporkan, bom itu “bekerja dengan menyebarkan filamen grafit karbon yang diolah secara kimia untuk mengganggu jaringan listrik.” Bom ini tidak mematikan dan sebelumnya pernah dipakai oleh AS di Irak dan oleh NATO di Serbia.

Bom ini dibuat sebagai bagian dari program serangan pencegahan Korea Utara yang bernama Kill Chain.

Korsel dan Korut telah lama menjadi musuh satu sama lain. Mereka berperang di awal tahun 1950, yang berakhir bukan dengan perjanjian damai. Itu artinya, kedua negara ini tidak berperang, namun tidak juga berdamai.

Ketegangan meninggi ketika AS mengerahkan pasukan militer melawan Korut. AS yang merupakan sekutu Korsel, telah lama mengancam dan menjatuhkan sanksi kepada negara pimpinan Kim Jong-un itu atas kepemilikan senjata nuklir. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL