Tehran, LiputanIslam.com–Menteri Luar Negeri Korea Utara mengkritik keputusan AS untuk kembali menjatuhkan sanksi kepada Iran. Ia menyebut keputusan itu “salah” dan menyeleweng hukum internasional.

Dalam pertemuan dengan Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu (8/8/18) di Tehran, menlu Ri Yong-ho mencela Washington karena mundur dari perjanjian nuklir Iran  yang disusul dengan penjauhan sanksi yang sebelumnya telah dicabut berdasarkan perjanjian multilateral.

Ri pun menambahkan, Iran dan Korut menjalin hubungan bersahabat dan memiliki pandangan yang sama atas berbagai isu regional dan internasional.

Menurutnya, peningkatan hubungan dengan Iran dan konfontrasi unilateralisme merupakan bagian dari kebijakan strategis Korea Utara.

Sementara itu, Presiden Rouhani mengatakan bahwa akibat kinerja selama beberapa tahun terakhir, AS telah menjadi negara yang “tak bisa diandalkan” di mata komunitas internasional, di mana tidak ada lagi yang mau mempercayai komitmen Negeri Paman Sam itu.

Di bawah kondisi yang terjadi sekarang, Rouhani menegaskan bahwa negara-negara sahabat harus berdiri bersama-sama dan mendorong kerjasama di antara sesama.

Menurutnya, Iran juga menghendaki peningkatan hubungan dan kooperasi dengan semua pihak di komunitas global, termasuk Korea Utara.

Sang presiden pun menyatakan bahwa negaranya menginginkan perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea, dan menghargai perkembangan yang terjadi di kawasan.

Kunjungan menlu Ri ke Tehran merupakan kunjungan resmi berdasarkan permintaannya sendiri. Sebelum bertemu presiden Iran, ia bertemu dengan menlu Mohammad Javad Zarif untuk mendiskusikan isu-isu bilateral, regional, dan internasional.

Kedua menteri ini menyampaikan rasa puas atas kualitas hubungan Tehran-Pyongyang dan menyambut hubungan yang lebih baik di masa depan. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*