pohon natalSeoul, LiputanIslam.com — Pemerintah Korea Selatan (Korsel) akhirnya merobohkan pohon natal raksasa di perbatasan Korsel dan Korut setelah Korut berulangkali mengancam akan membomnya.

Sebagai negara komunis, pemerintah Korut menganggap agama sebagai musuh negara.

Pohon natal setinggi 18 meter tersebut sebenarnya adalah sebuah menara besi. Namuh oleh warga penganut Kristen Korsel, menara itu didekorasi menjadi pohon Natal yang pucuknya adalah salib raksasa.

Korut mengangap menara tersebut sebagai bentuk propaganda Korsel dan mengancam akan membom menara yang dibangun tahun 1971 itu. Kepada publik, pemerintah Korsel berdalih bahwa perobohan menara itu didasarkan oleh faktor keamanan, dimana menarai itu dikhawatirkan tumbang kerena usianya yang sudah tua. Demikian laporan BBC News, Rabu (22/10).

Penghancuran menara itu dilakukan seminggu setelah sejumlah pejabat militer senior Korut dan Korsel melakukan pertemuan pertama kali sejak 7 tahun lalu, minggu lalu.

Para pejabat Korsel menolak kaitan perobohan menara itu dengan keberatan Korut, melainkan karena alasan keamanan semata.

Menara itu berdiri 3 km dari perbatasan dan dapat dilihat dengan jelas dari wilayah Korut.

Pada tahun 2004 pemerintah Korsel melarang pembuatan patung natal tersebut, menyusul adanya kesepakatan kedua Korea untuk menghentikan kegiatan propaganda di perbatasan.

Larangan itu dicabut tahun 2010 setelah Korut menembak kapal perang Korsel hingga tenggelam.

Kedua korea yang dipisahkan oleh wilayah anti-militer, secara teknis masih terlibat perang karena Perang Korea tahun 1950-1953 tidak diselesaikan dengan perjanjian kedua negara.

Minggu lalu pasukan perbatasan kedua negara terlibat penembakan meriam satu sama lain.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL