ebolaMonrovia, LiputanIslam.com — Korban tewas akibat serangan virus ebola di Afrika telah menembus angka 3.000. Demikian keterangan badan kesehatan dunia WHO, Sabtu (27/9) sebagaimana dilaporkan BBC News.

Angka terakhir itu mengindikasikan bahwa jumlah korban yang tertular virus mematikan itu mencapai lebih dari 6.500 orang. Liberia adalah negara paling parah dengan  korban jiwa mencapai 1.830 orang sejak merebaknya virus ini bulan Februari lalu.

Beberapa penelitian mengingatkan bahwa jumlah korban yang tertular virus bisa mencapai 20 ribu orang pada awal November mendatang.

Laporan WHO juga menyebutkan 2 wilayah terbaru yang terserang wabah virus dalam seminggu terakhir, masing-masing di Guinea dan Liberia. Selain itu juga ditekankan risiko penularan virus pada para pekerja kesehatan dan relawan yang berusaha menghentikan laju penularan.

Sejauh ini sebanyak 375 pekerja kesehatan dan sukarelawan yang terinfeksi virus dan 211 di antaranya meninggal karenanya.

Selain itu kondisi peralatan dan fasilitas kesehatan yang kurang, menambah sulit upaya mencegah penyebaran virus tersebut, meski Amerika telah memerintahkan pengiriman 3.000 pasukannya untuk membantu menangani masalah ini.

Sierra Leone minggu lalu menerapkan larangan keluar rumah selama 3 hari bagi seluruh warganya. Selama masa itu jutaan rumah tangga mendapatkan layanan kesehatan dan 130 kasus baru berhasil ditemukan. Pemerintah menyebut kebijakan tersebut sebagai keberhasilan.

Pada hari Rabu (24/9) pemerintah Sierra Leone memperluas wilayah karantina dengan 3 distrik baru, yang berarti lebihd ari 1/3 dari 6 juta penduduk negeri itu tidak bisa bergerak bebas.

Sekitar 600 orang telah tewas akibat virus di Sierra Leone. Jumlah yang sama terjadi di Guinea, tempat pertama ditemukannya wabah virus ini bulan Februari lalu.

Namun di Nigeria dan Senegal, 2 negara lainnya yang terkena dampak penyebaran virus, tidak ditemukan kasus baru selama beberapa minggu terakhir ini. Demikian laporan WHO.

Sementara itu dalam Sidang Umum PBB yang digelar di New York hari Kamis (25/9), Presiden AS Barack Obama menyerukan langkah lebih serius untuk menangkal penyebaran virus tersebut.

“Masih ada jurang signifikan antara dimana kita seharusnya berada dan dimana kita sesungguhnya berada,” kata Obama.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL