udara panas indiaKarachi, LiputanIslam.com — Jumlah korban yang meninggal karena gelombang udara panas di Pakistan terus bertambah. Hingga saat ini setidaknya 224 orang dinyatakan meninggal di Provinsi Sindh.

Para pejabat kesehatan Pakistan mengatakan bahwa jumlah korban terbesar terjadi di kota Karachi, yang di beberapa tempat suhu udaranya mencapai 45 derajat Celcius dalam beberapa hari terakhir. Demikian seperti dilaporkan BBC News.

Kebanyakan dari korban tersebut adalah manula, yang mengalami demam dan dehidrasi. Sementara itu ratusan pasien juga masih harus mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit.

Media setempat melaporkan lebih dari 150 orang meninggal di kota Karachi saja, sejak akhir pekan lalu.

Sementara itu kondisi semakin buruk karena permintaan listrik yang meningkat karena bulan puasa dan cuaca panas, memaksa otoritas energi setempat melakukan pemadaman listrik bergilir di Karachi.

Ratusan orang melakukan aksi protes terhadap pemerintah dan perusahaan listrik K-Electric, karena dianggap gagal melakukan tindakan untuk mencegah kondisi yang buruk.

Warga Karachi, Iqbal, mengatakan kepada BBC bahwa dirinya dan anggota keluarganya tidak bisa keluar rumah karena udara yang panas. Demikian juga warga di sekitarnya lebih suka tinggal di rumah.

“Di wilayah kami tidak ada listrik sejak pagi. Kami telah mengajukan protes berulangkali, namun tidak ada tanggapan dari K-Electric,” katanya.

Apa yang terjadi di Pakistan ini merupakan susulan dari hal yang sama yang melanda India bulan lalu, ketika hampir 1.700 orang meninggal karena udara panas.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL